Channel9.id, Jakarta. Suasana pertemuan di lokasi bencana Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, berubah menjadi ajang sambung rasa antara para penyintas banjir dan longsor dengan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.
Pada Sabtu (4/4/2026) sore, sekitar 200 penyintas berkumpul di atas tikar dan mendengarkan langsung penjelasan Tito bersama rombongannya. Sambil menyimak paparan tentang transisi pascabencana, beberapa penyintas bergantian mengungkapkan keluh kesah. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih dan belum memiliki tempat tinggal layak sejak banjir menerjang wilayah itu pada akhir November tahun lalu.
“Pak, tolong kalau bisa secepatnya buatkan sumur bor. Air bersih sudah sangat sulit di sini. Rumah kami juga banyak yang hilang,” kata Mijah kepada Tito.
Harapan Warga untuk Pemulihan
Dengan suara bergetar, Deri, penyintas lainnya, menyampaikan harapan agar pemerintah menyediakan fasilitas sanitasi di Desa Sekumur. Ibu dua anak itu juga mendesak pemerintah segera memulihkan ekonomi warga yang lumpuh.
“Kami juga berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan. Kami mohon pemerintah mempercepat program pemulihan kampung kami,” ujar Deri.
Awalnya, Deri dan Mijah tidak terlalu berharap pemerintah akan memulihkan taraf hidup mereka. Mereka menilai lokasi Desa Sekumur yang terpencil dan aksesnya sulit membuat pejabat jarang datang.
Kunjungan yang Mengubah Keraguan
Namun, keraguan itu berubah menjadi harapan ketika rombongan Satgas PRR Pascabencana Sumatera yang dipimpin Tito Karnavian tiba di lokasi dan menemui para penyintas yang masih tinggal di tengah puing bangunan.
“Kami tidak menyangka Bapak akan datang, karena akses ke sini sulit dan jauh. Tapi ternyata Bapak Mendagri benar-benar datang. Alhamdulillah kami bisa menunjukkan kondisi kami secara langsung,” kata Mijah.
Deri dan Mijah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Mereka juga langsung meminta pembangunan hunian tetap (huntap) komunal, dan Tito langsung merespons permintaan itu secara positif.
“Saya langsung menyampaikan kepada Bapak Mendagri soal kebutuhan air bersih dan huntap. Saya merasa lega karena sudah menyampaikannya, meski belum tahu kapan pemerintah merealisasikannya,” ujar Mijah.
Komitmen Pemerintah Percepat Pemulihan
Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa ia datang langsung ke Desa Sekumur untuk memastikan para penyintas tidak terlalu lama hidup dalam kondisi sulit. Ia juga ingin melihat langsung situasi wilayah yang berjarak puluhan kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang itu.
Dalam pertemuan tersebut, Tito menyerap aspirasi warga yang meminta pembangunan sumur bor dan hunian tetap. Ia menyebut sebagian besar warga menginginkan huntap komunal karena mereka tinggal di kawasan rawan banjir akibat luapan sungai.





