Internasional

Tolak Negosiasi dengan AS, Iran Ajukan 5 Syarat Akhiri Perang

Channel9.id – Jakarta. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang. Araghchi menyatakan Iran akan terus melanjutkan perlawanan terhadap AS-Israel.

“Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan,” kata Araghchi di televisi pemerintah, Rabu (25/3/2026), seperti dikutip dari AFP.

Hal itu disampaikan Araghchi setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim telah mengusulkan 15 poin syarat negosiasi damai kepada Iran. Trump juga sempat mengeklaim pihak AS telah bertemu dengan petinggi Iran terkait pembicaraan negosiasi.

Meski mengakui ada pertemuan antara pejabat Iran dengan AS, Araghchi mengatakan komunikasi yang terjadi tidak dapat diartikan sebagai negosiasi langsung dengan AS.

“Kami tidak berniat untuk bernegosiasi – sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi, dan saya yakin posisi kami sepenuhnya berprinsip,” imbuh dia.

Araghchi memandang negosiasi dengan AS saat ini sama “dengan mengakui kekalahan.”

Stasiun televisi pemerintah Press TV, mengutip pejabat senior politik-keamanan yang mengetahui proposal AS tersebut, menyebut Iran mengajukan tawaran balasan lima poin. Lima poin itu di antaranya; penghentian total agresi dan pembunuhan oleh AS dan Israel; adanya mekanisme konkret untuk menjamin bahwa serangan tidak akan terulang; pemberian kompensasi atau reparasi atas kerusakan akibat perang.

Kemudian; pengakuan resmi atas “hak alami dan legal” Iran untuk mengendalikan aktivitas maritim di Selat Hormuz, dan; dilibatkannya kelompok militer sekutu Iran dalam kesepakatan damai, yang kemungkinan mencakup penghentian invasi Israel ke Lebanon, tempat Hizbullah terlibat dalam pertempuran.

Di sisi lain, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa Presiden Donald Trump akan menyerang Iran lebih keras jika Teheran gagal menerima mereka kalah.

“Jika Iran gagal menerima realitas situasi saat ini, jika mereka gagal paham sudah kalah oleh militer, Presiden Trump akan memastikan mereka diserang lebih keras dari yang mereka alami sebelumnya,” kata Leavitt.

Lebih lanjut, Jubir Gedung Putih itu mengatakan upaya negosiasi dengan Iran sedang berlangsung.

“Pembicaraan terus berlanjut. Pembicaraan tersebut produktif, seperti yang dikatakan presiden pada hari Senin, dan akan terus berlanjut,” ungkap Leavitt.

Komentar Menlu Iran dan Leavitt muncul saat sejumlah negara menawarkan diri menjadi mediator seperti Pakistan, Turki, hingga Mesir.

AS-Israel menggempur Iran habis-habisan sejak Februari 2025. Operasi mereka menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan keluarga.

Iran tak tinggal diam. Mereka membalas serangan ke Israel dan aset militer AS di negara-negara teluk.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

77  +    =  84