Connect with us

Hot Topic

1.068.747 Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin Covid-19

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Pemerintah telah melakukan vaksinasi Covid-19 kepada sebanyak 1.068.747 tenaga kesehatan (nakes) untuk pemberian dosis pertama hingga Minggu 14 Februari 2021.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, jumlah itu diperoleh setelah dilakukan vaksinasi terhadap 8.421 nakes pada hari ini.

Dari total 1.068.747 nakes itu, sebanyak 425.578 orang di antaranya telah disuntikkan dosis vaksin yang kedua, atau bertambah 10.092 orang dibanding hari sebelumnya.

Pemerintah menargetkan vaksinasi nakes di Tanah Air terhadap total 1.468.764 orang.

Sementara total sasaran vaksinasi adalah 181.554.465 jiwa dari seluruh penduduk Indonesia atau sekitar 70 persen dari total populasi untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Kegiatan vaksinasi tahap pertama menyasar tenaga medis, kemudian akan menyusul dilakukannya vaksinasi Covid-19 terhadap petugas layanan publik.

Hingga 14 Februari 2021 pukul 14.00 WIB, terdapat sebanyak 1.025.273 orang sembuh dari pandemik Covid-19 di Indonesia.

Angka kesembuhan bertambah 9.237 orang sembuh dibanding hari sebelumnya.

Sedangkan total kasus positif Covid-19 mencapai 1.217.468 orang setelah mengalami penambahan sebanyak 6.765 orang.

Kasus kematian akibat Covid-19 bertambah 247 orang sehingga menjadi 33.183 orang.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Ungkap Sindikat Pengedar Uang Asing Palsu, DPR Apresiasi Polresta Banyuwangi

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri untuk membasmi sindikat pengedar uang asing palsu antar provinsi. Menurutnya, peredaran uang palsu tersebut sangat meresahkan masyarakat.

Pernyataan itu diungkapkan menyusul kinerja Satreskrim Polresta Banyuwangi Jawa Timur yang berhasil membongkar dan menangkap 10 anggota yang diduga sindikat pengedar uang asing palsu antar provinsi. Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang palsu jika dihitung berdasarkan uang asli senilai Rp 4,5 triliun.

“Kami sangat mengapresiasi Polresta Banyuwangi yang telah berhasil membongkar para sindikat uang palsu antarprovinsi. Kehadiran sindikat ini sangat meresahkan masyarakat, karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang kurang paham dan tertipu. Bayangkan jika uang palsu senilai 4.5 tiliun uang asli tersebut berhasil beredar dan dipergunakan masyarakat,” kata Sahroni dalam keterangannya, Selasa 2 Maret 2021.

Sahroni pun meminta kepada pihak kepolisian segera mengusut tuntas terkait peredaran uang palsu ini. Tujuannya demi menghindari makin banyaknya warga yang tertipu.

“Menurut informasi yang didapat, sindikat uang palsu yang berada di Jawa Timur ini mendapatkan uangnya dari Jakarta. Karenanya, saya meminta kepada para Kapolda untuk berkoordinasi demi menelusuri jaringannya hingga tuntas. Sindikat ini harus dibasmi hingga ke akarnya dan diberikan hukuman yang berat agar ada efek jera,” pungkasnya.

HY

Continue Reading

Hot Topic

KKB Sebar Hoaks Personel TNI-Polri Tembak Remaja 17 Tahun, Ini Kejadian Sebenarnya

Published

on

By

KKB Sebar Hoaks Personel TNI-Polri Tembak Remaja 17 Tahun, Ini Kejadian Sebenarnya

Channel9.id-Papua. Juru bicara TPNPB Sebby Sambom menyebar berita bohong atau hoaks bahwa salah satu anggota KKB yang ditembak aparat TNI-Polri adalah remaja 17 tahun, Yasko Nebekalem, dalam kontak senjata di Mile 53 PT Freeport Indonesia, Mimika, Papua, 28 Februari 2021.

Padahal, faktanya ada dua orang KKB yang tewas dalam kontak senjata dengan aparat TNI-Polri itu. Keduanya juga dipastikan telah berusia dewasa.

“Berdasarkan info lapangan, bahwa terdapat dua orang yang tewas dalam kejadian kontak tersebut. Di antaranya Ferry Ellas (35) dan Heri Yakob Newegalem (26), Anggota KKB pimpinan Joni Botak,” kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Era Adinata dalam keterangan tertulis, Selasa 2 Maret 2021.

Kejadian bermula saat aparat TNI-Polri sedang melakukan patroli di kawasan di Mile 53 PT Freeport Indonesia, Mimika, Papua. Namun, terjadi penembakan yang dilakukan KKB. KKB dengan berjumlah 5-6 orang menggunakan senjata M16 dan AK 47 untuk menembak aparat TNI-Polri. Usai kontak senjata, KKB melarikan diri ke hutan. Dari pantauan terlihat 1 KKB tergeletak di lokasi kontak senjata.

Baca juga : TNI-Polri Amankan Lima Orang Pemasok Senpi ke KKB Papua

Personel Gabungan Ops Nemangkawi kemudian segera datang ke lokasi penembakan untuk melaksanakan olah TKP. Perjalanan ke lokasi TKP cukup sulit karena harus melewati tebing yang curam dan menyeberang kali yang arusnya deras. Saat tiba di lokasi, ditemukan 1 jenazah berjenis kelamin laki-laki tergeletak di depan camp.

“Pada tanggal 1 Maret 2021 sekira pukul 06.20 WIT, personel gabungan Ops Nemangkawi 2021 melanjutkan perjalanan dan ditemukan satu jenazah berjenis kelamin laki-laki tergeletak di depan camp, selanjutnya dilakukan olah TKP,” kata Era.

Saat olah TKP berlangsung, terjadi gangguan penembakan yang diduga dilakukan KKB dari arah ketinggian sehingga olah TKP tidak berjalan sempurna. Melihat situasi dan kondisi serta medan disekitar TKP, Personel Gabungan Ops Nemangkawi 2021 memutuskan meninggalkan TKP.

Dari hasil investigasi awal, ditemukan 1 jenazah. Jenazah tersebut adalah Ferry Ellas yang merupakan penembak KKB Makodam III Timika. Ferry Ellas merupakan Danton TPN-OPM Kodap III Kalo Kopi Pimpinan Joni Botak.

Identifikasi jenazah ini berdasarkan kecocokan di foto yang ada di data base. Berdasarkan hasil pencocokan wajah dengan foto Ferry Ellas yang ada pada data base, ditemukan kemiripan antara foto dengan jenazah .

Kemudian, berdasarkan hasil percocokan atribut yang terlihat di foto, di temukan kemiripan antara atribut yang ada di jenazah dengan atribut yang ada di foto Ferry Ellas.

“Salah satu HP yang ditemukan berisi foto-foto Ferry Ellas yang setelah dilakukan investigasi ada persesuaian dengan korban yang ditemukan di TKP baik pakaian yang digunakan, jam, kalung, anting, postur tubuh dan wajah,” ujar Era.

Era menyatakan, pihaknya juga berhasil mengamankan 2 senjata masing masing berjenis AK 47 dan M16.

“Kita juga dapat 2, senjata dapat 2, AK47, M16,” ujar Era.

Era menduga, KKB sengaja menebar hoaks soal remaja 17 tahun dari KKB ditembak untuk memunculkan kesan negatif terhadap TNI-Polri. Ini adalah salah satu propaganda KKB.

Namun, Era menilai, Sebby menunjukkan sendiri boroknya KKB. Ucapan Sebby soal adanya anggota KKB berusia 17 tahun membuktikan para remaja didoktrin untuk menjadi seorang kriminal bersenjata.

“Jika KKB mengatasnamakan kepentingan masyarakat Papua, mengapa mereka tega mendoktrin generasi muda yang merupakan masa depan Papua, untuk mengikuti jejak kebrutalan mereka? Sudah banyak informasi dari masyarakat Papua mengenai intimidasi KKB terhadap anak-anak mereka. Intimidasi dilakukan oleh KKB agar mau tak mau para remaja bergabung dengan mereka,” ujar Era.

Continue Reading

Hot Topic

Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Akan Didakwa Hari Ini

Published

on

By

Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya Akan Didakwa Hari Ini

Channel9.id-Jakarta. Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Selasa (2/3) akan menuntut eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

Jaksa KPK Takdir Suhan mengatakan, Nurhadi dan Rezky bakal hadapi tuntutan kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA. Sidang akan digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang rencananya akan digelar pada pukul 16.00 WIB.

“Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan rencananya digelar sore hari,” ujarnya  saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (2/3).

Baca juga : Polisi Gelar Perkara Kasus Nurhadi Aniaya Pegawai Rutan KPK

Jaksa KPK meyakini Nurhadi dan Rezky menerima suap dan gratifikasi sesuai dengan surat dakwaan yang telah dibacakan. Jaksa juga optimis telah membuktikan perbuatan suap dan gratifikasi keduanya di persidangan.

“Kami selaku tim JPU sangat yakin dan optimis untuk membuktikan semua uraian dakwaan yang kami dakwakan pada kedua terdakwa,” kata Jaksa Takdir.

Menurut Jaksa Takdir, pihaknya telah membuktikan penerimaan suap dan gratifikasi Nurhadi dan Rezky berdasarkan alat bukti yang diperlihatkan di persidangan.

“Bahwa semua alat bukti yang kami hadirkan di depan persidangan hingga sidang hari ini telah sangat cukup untuk bisa meyakinkan Majelis Hakim,” kata Takdir.

Dalam pembacaan tuntutan nanti, Takdir menyebut akan menguraikan lebih detail tindakan penerimaan suap dan gratifikasi yang dilakukan Nurhadi dan Rezky.

“Nantinya dalam surat tuntutan, tim JPU akan secara detail menguraikan semua unsur perbuatan para terdakwa sebagaimana surat dakwaan,” ucap dia.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiono didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 45.726.955.000. Suap dan gratifikasi tersebut diberikan Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) untuk membantu Hiendra mengurus perkara.

Selain menerima suap senilai Rp 45 miliar lebih, Nurhadi dan Rezky didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 37,2 miliar. Gratifikasi diterima selama 3 tahun sejak 2014 hingga 2017. Uang gratifikasi ini diberikan oleh 5 orang dari perkara berbeda.

Jika ditotal penerimaan suap dan gratifikasi, keduanya menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp 83.013.955.000.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC