Data bencana
Nasional

2.285 Bencana Landa Tanah Air, BNPB Siagakan 51 Pesawat untuk Karhutla dan Banjir

Channel9.id, Jakarta – Akumulasi kejadian bencana di tanah air terus merangkak naik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.285 kejadian bencana telah melanda berbagai wilayah di Indonesia hingga awal November 2026, didominasi oleh rangkaian bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Dalam sepekan terakhir, tren eskalasi menunjukkan penambahan tujuh kejadian baru yang tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Aceh, hingga Sumatera Utara.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengungkapkan bahwa dari tujuh kejadian tambahan tersebut, dua di antaranya merupakan karhutla di Kabupaten Parigi Moutong dan Klaten.

Sementara itu, empat kejadian banjir menerjang wilayah Deli Serdang, Lumajang, Malang, serta Pidie Jaya, ditambah satu kasus cuaca ekstrem di Kabupaten Dairi.

Selain lonjakan frekuensi bencana secara nasional, hantaman cuaca ekstrem dan banjir bandang di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memakan korban jiwa. BNPB melaporkan dua warga meninggal dunia akibat rangkaian bencana yang meliputi banjir genangan, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah tersebut.

“Ada 1.567 kepala keluarga [KK] yang terdampak dan ini masih tetap dalam pendataan lebih lanjut,” ujar Berton dalam konferensi pers yang ditayangkan Channel Youtube BNPB, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Selain korban jiwa, tercatat sedikitnya 13 unit rumah mengalami kerusakan berat akibat terjangan arus.

Di sisi lain, tantangan penanganan karhutla masih menjadi fokus utama penanggulangan darurat di beberapa provinsi luar Jawa. BNPB mencatat eskalasi luas penanganan karhutla yang cukup signifikan, di mana wilayah Kalimantan Tengah melonjak 56% dengan cakupan area mencapai 547 hektar.

Peningkatan serupa juga terjadi di Kalimantan Timur seluas 60 hektar (naik 80%), sementara Papua Selatan mencatatkan penurunan luasan penanganan menjadi 455 hektar.

Guna meredam perluasan karhutla di tengah transisi cuaca, BNPB menyiagakan kekuatan penuh berupa 51 unit armada pesawat dan helikopter.

“Dari antara 51 [pesawat dan helikopter] ini, ada 30 unit khusus untuk water bombing [pemadaman udara] dan 21 unit lainnya untuk patroli serta Operasi Modifikasi Cuaca [OMC],” pungkas Berton.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

38  +    =  46