Connect with us

Hukum

Tim Satreskoba Polrestabes Surabaya Tembak Mati Pelaku Pengedar Narkoba

Tayang

,

Channel9.id-Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho pamerkan pelaku dan juga barang bukti sabu. Di kamar mayat RS Dr. Sutomo Surabaya.

Kapolrestabes menyampaikan jika anggotanya telah melakukan kegiatan penindakan tegas terukur dengan menembak mati terhadap pelaku pengedar narkotika yang telah menjadi musuh bersama.
Pelaku yang ditembak mati itu bernama, Mustofa Ali (24) warga Kedung Kandang Pasuruan.

Kombes Pol Sandi Nugroho juga menyatakan jika hal tersebut guna menindaklanjuti perintah Bapak Presiden, Kapolri dan Kapolda Jawa Timur guna menciptakan situasi Kamtibmas yang ada di Jawa Timur khususnya Surabaya dalam keadaan aman dan kondusif.

Kegiatan yang dilakukan pelaku ini disinyalir mengganggu keamanan dan ketertiban di Kota Surabaya adalah adanya barang-barang seperti narkotika sabu dan ekstasi dan jenis lainya.

Pelaku-pelaku yang ditangkap dan beberapa kali dievaluasi bagi pelaku dari kejahatan jalanan, kejahatan dengan pemberatan, rata-rata pelaku adalah pengguna dan dan juga pengedar narkoba.

Dari pelaku ini sendiri dapat diamankan sebanyak 1 Kg sabu dan ekstasi sebanyak 1.000 butir lebih dan saat ini masih dikembangkan lagi oleh Satreskoba Polrestabes Surabaya.

“MA ditangkap di daerah Jambangan Surabaya, ini merupakan konsekuensi dan perintah saya, apabila ada pelaku kejahatan yang membahayakan petugas agar ditindak tegas apalagi ini adalah pelaku narkoba yang sangat membahayakan bagi generasi penerus bangsa,” sebut Sandi.

MA sendiri merupakan rangkaian dengan pelaku lain yang sudah ditangkap sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa anggota tidak tinggal diam setelah menangkap satu pelaku namun dikembangkan ke pelaku lain dan juga jaringannya.

Bukan hal yang asing lagi dari jaringan yang telah ditangkap ini, dari dokumen data serta beberapa alat komunikasi, lanjutnya, polisi menemukan adanya peredaran meliputi Kediri, Malang Pamekasan, Surabaya dan hampir sebagian besar kota di Jawa Timur.

Pelaku merupakan kaki tangan dari seseorang narapidana yang saat ini mendekam di salah satu Lapas di Jawa Timur. Mereka juga sering berkomunikasi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Satreskoba Polrestabes Surabaya yang telah gigih dapat mengungkap kasus Narkoba dari hasil pengembangan juga informasi yang didapat,” tutup Sandi Nugroho.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Jaksa Ungkap Peran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Terkait Kasus Suap Harun Masiku

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Jaksa menjelaskan peran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR Harun Masiku yang menjerat eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Hasto memerintahkan kuasa hukum PDIP untuk mengajukan surat permohonan terkait PAW Harun Masiku ke KPU RI.

Hal itu diungkapkan jaksa KPK dalam sidang pembacaan dakwaan dengan terdakwa Saeful di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).

Awalnya, Jaksa menyatakan persoalan kasus suap PAW ini bermula dari DPP PDIP memberitahu kepada KPU RI bahwa Caleg DPR PDIP dapil 1 Sumatera Selatan atas nama Nazarudin Kiemas telah meninggal dunia pada 26 Maret 2019.

“Bahwa pada tanggal 11 April 2019 berdasarkan Surat Nomor: 2334/EXDPP/IV/2019, DPP PDIP memberitahukan kepada KPU RI bahwa H Nazarudin Kiemas yang merupakan calon anggota Legislatif DPR RI dari PDIP Dapil Sumsel I yang meliputi Palembang, Lubuklinggau, Banyuasin, Musi Rawas serta Musi Rawas Utara telah meninggal dunia pada hari Selasa tanggal 26 Maret 2019,” kata jaksa KPK.

KPU kemudian merespons dengan mengeluarkan Keputusan KPU RI Nomor 896/PL.01.4-Kpt/06/KPU/IV/2019 tentang perubahan keenam atas keputusan Komisi Pemilhan Umum Nomor 1129/PL.01.4-Kpt/06/KPU/IX/2018 tentang Daftar Calon Tetap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Pemilihan Umum Tahun 2019. Dalam keputusan KPU itu, nama Nazarudin Kiemas dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT), namun nama yang bersangkutan masih tetap tercantum dalam surat suara pemilu.

Jaksa melanjutkan, pada 21 Mei 2019, KPU RI melakukan rekapitulasi perolehan suara PDIP untuk Dapil Sumsel 1 dengan perolehan suara sebanyak 145.752 suara. Nama Nazarudin Kiemas memperoleh suara 0, Riezky Aprilia memperoleh suara 44.402 sedangkan Harun Masiku memperoleh suara 5.878. Kemudian PDIP menggelar rapat pleno memutuskan Harun Masiku sebagai caleg terpilih yang menerima pelimpahan suara dari Nazarudin Keimas, yang meski sudah dicoret namun sebenarnya disebut memperoleh suara 34.276.

“Atas keputusan rapat pleno DPP PDIP tersebut, Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP meminta Donny Tri Istiqomah selaku Penasihat Hukum PDIP untuk mengajukan surat permohonan ke KPU RI,” kata jaksa.

Jaksa menyatakan PDIP kemudian mengirimkan surat nomor 2576/EX/DPP/VIII/2019 kepada KPU RI, yang pada pokoknya meminta suara Nazarudin Kiemas dialihkan ke Harun Masiku. Bahkan, kata jaksa, Harun Masiku langsung menemui Ketua KPU Arief Budiman agar permohonan PDIP itu bisa diakomodir. Namun permohonan PDIP itu ditolak KPU.

(virdika rizky utama)

Continue Reading

Hukum

Kejaksaan Agung Terus Berupaya Lengkapi Berkas Tiga Tersangka Kasus Jiwasraya

Published

on

By

Channel9.id Jakarta. Tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung terus berupaya melengkapi berkas tiga tersangka kasus Jiwasraya. Dalam hal ini, penyidik memeriksa satu saksi ahli yang merupakan ahli bidang asuransi bernama Irvan Rahardjo. Pemeriksaan itu sesuai petunjuk jaksa pada Rabu (1/4).

“Kemarin sudah diperiksa Irvan Rahardjo dari Badan Mediasi dan Arbitase Asuransi Indonesia. Dia ahli bidang asuransi,” ucap Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono kepada wartawan, Kamis (2/4).

Selain itu, jaksa penyidik memeriksa enam saksi. Hari menjelaskan, pemeriksaan itu adalah pemeriksaan tambahan lantaran pemeriksaan sebelumnya dianggap belum cukup.

“Terdapat hal-hal yang perlu ditanyakan kembali berdasarkan petunjuk penuntut umum. Keterangan mereka juga digunakan untuk pembuktian berkas pada tiga tersangka, BT, HH dan JHT yang masih proses pemberkasan,” ungkap Hari.

Pemeriksaan tambahan pada para saksi itu, kata Hari, tetap memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan virus corona. Pemeriksaan dilakukan dengan cara tanya jawab tertulis kemudian dituangkan ke dalam BAP dan pemeriksaan dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman, mengenakan masker.‎

Untuk diketahui Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengembalikan berkas perkara tiga tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, yakni Hendrisman Rahim, Harry Prasetyo dan Syahmirwan karena belum lengkap.

Berkas tersebut pertama dilimpahkan pada 11 Maret 2020 ke jaksa penuntut umum. Lalu dikembalikan karena belum lengkap pada 17 Maret 2020. Kemudian disusul dengan petunjuk Penuntut umum pada 21 Maret 2020.

Dalam perkara ini Kejagung menjerat enam tersangka. Tiga tersangka yang lain ialah Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, dan Joko Hartono. Keenam tersangka dinilai paling bertanggung jawab atas kerugian negara Rp 16,81 triliun dalam dugaan korupsi serta pencucian uang di Jiwasraya.

(Hendrik)

Continue Reading

Hukum

Polri Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer di Tengah Pandemi Covid-19

Published

on

By

Channel9.id Jakarta. Polri tetap berupaya memantau dan menegakan hukum kepada oknum-oknum yang menimbun masker wajah dan hand sanitizer. Hingga saat ini, ada 18 kasus penimbunan masker dan hand sanitizer yang ditangani Polri.

“Kepolisian sudah melakukan penanganan terhadap masker dan hand sanitizer dari pada pelaku yang menaikan harga mungkin juga ada penimbunan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis (2/4)

Argo menyatakan, tim penyidik masih melakukan penyelidikan atas kasus itu. Selain itu, Polri turut mengawasi sektor bahan pokok sehingga tak ada penimbunan.

“Kita tetap mengawal perekonomian dari pada apa yang disampaikan Bapak Presiden kita tetap mengawal sembako, kita kawal. Kemudian juga jangan sampai ada penimbunan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” jelas Argo.

Berikut kasus penimbunan masker dan hand sanitizer yang ditangani Polri.

  1. Polda Metro Jaya 6 kasus.
  2. Polda Sulawesi Selatan 2 kasus.
  3. Polda Jawa Timur 4 kasus.
  4. Polda Jawa Barat 3 kasus.
  5. Polda Kepri 2 kasus.
  6. Polda Jawa Tengah 1 kasus.

(Hendrik)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC