Connect with us

Nasional

Korlantas Polri Rumuskan Skema Mudik di Tengah Wabah Corona

Tayang

,

Channel9.id Jakarta. Korps Lalu Lintas (korlantas) Polri sedang merumuskan skema mudik 2020 di tengah wabah Covid-19. Namun, persetujuannya tetap disesuaikan dengan keputusan pemerintah pusat.

“Tunggu keputusan pemerintah saja. Kalau skenario itu kita susun, apakah mudik 2020 ini imbauan atau larangan,” kata Kepala Korlantas Polri Irjen Istiono kepada wartawan, Kamis (26/3).

Ia menyatakan pihaknya berpegang pada maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis. Polri, katanya, tegas melarang masyarakat berkerumun. Ia menegaskan maklumat itu berlaku di seluruh wilayah di Indonesia.

“Iya, (berlaku) di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

(Hendrik)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Cegah Covid-19 dengan Ultraviolet Sinar Matahari

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Wabah virus corona atau Covid-19 yang semakian cepat dan luas, membuat berbagai pihak khawatir. Berbagai upaya pencegahan penyebaran virus corona dilakukan masyarakat luas. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, physical distancing, hingga memanfaatkan sinar matahari di pagi hari.

Dr. dr. Tan Shot Yen menjelaskan, kendati berjemur badan tidak dapat membunuh virus corona atau SARS-CoV-2, tetapi berjemur badan di bawah sinar matahari dengan cara yang tepat dapat menghasilkan vitamin D3 yang dibutuhkan oleh tubuh. “Makanya vitamin D3 ini disebut the sunshine vitamin, vitaminnya matahari,” ujar Tan sebagaimana dikutip kompas.com.

Berjemur pada waktu yang tepat, bermanfaat bagi tubuh berupa vitamin D3 secara cuma-cuma. Diketahui, vitamin D3 dibutuhkan tubuh untuk membantu menyerap kalsium dan fosfor yang penting dalam membangun dan menjaga tulang yang kuat.

Selain untuk berjemur, sinar matahari juga dapat dimanfaatkan untuk menjemur perlengkapan pribadi seperti pakaian, kasur, bantal, hingga selimut yang telah dicuci dengan menggunakan deterjen. Menjemur barang-barang bertujuan menahan virus hidup lama. Dengan suhu  26-30°c seperti di Indonesia, virus tidak dapat bertahan lama.

Dr. dr. Tan Shot Yen menjelaskan, kendati berjemur badan tidak dapat membunuh virus corona atau SARS-CoV-2, tetapi berjemur badan di bawah sinar matahari dengan cara yang tepat dapat menghasilkan vitamin D3 yang dibutuhkan oleh tubuh. “Makanya vitamin D3 ini disebut the sunshine vitamin, vitaminnya matahari,” ujar Tan sebagaimana dikutip kompas.com.

Selain dengan ultraviolet sinar matahari, menjaga kebersihan diri sangatlah penting. Seperti panduan kebersihan yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang merilis panduan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona. Diantaranya protokol kedatangan sampai di rumah dari bepergian.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar, menjelaskan, protocol tersebut bertujuan untuk sosialisasi akan pentingnya kebersihan dalam upaya mencegah virus masuk kedalam tubuh.

Ia menjelaskan, dalam protocol tersebut ada empat tahapan. Pertama, membuka sepatu sebelum memasuki rumah. Selanjutnya, menyemprot sepatu dengan disinfektan.

“Tak hanya pada sepatu, tetapi juga pakaian, ponsel, laptop, serta barang lainnya yang dibawa pulang setelah bepergian,” ujar Bahtiar, di Jakarta, Minggu (29/3).

Ketiga, membuang seluruh tanda terima pembelian atau kuitansi serta kertas lainnya. Terakhir, mencuci tangan dengan menggunakan sabun hingga bersih.

“Usahakan mencuci tangan dengan air mengalir dengan sabun minimal 20 detik. Jika tidak terdapat air mengalir, cuci tangan dengan hand sanitizer atau tisu basah yang mengandung alkohol 70%,” tandasnya.

Continue Reading

Nasional

MUI Minta Masyarakat Tak Paksakan Adakan Resepsi Pernikahan

Published

on

By

Channel9.id Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak melaksanakan resepsi pernikahan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Jangan dipaksakan untuk kepentingan resepsi (pernikahan) yang megah dan mewah, mengumpulkan banyak orang yang berdampak pada kerugian semua pihak dari aspek kesehatan,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh di Graha BNPB dilansir Antara, Sabtu (28/3).

Ia menyatakan bila harus digelar, masyarakat perlu menerapkan protokol keamanan.

Pada prinsipnya, Akad Nikat bila sudah menerapkan mekanisme pencegahan, mampu menjaga proses akad nikah dapat terlaksana secara baik. Namun, akad harus bisa memitigasi risiko penularan dan juga penyebaran itu bisa dilaksanakan.

Akad nikah yang dilaksanakan harus berpedoman dan mengikuti protokol kesehatan.

“Jangan berkumpul terlalu banyak, kemudian dilaksanakan sesuai ketentuan kewajiban-kewajiban saja,” kata dia.

(Hendrik)

Continue Reading

Nasional

Awas Hoaks! Mendagri Tak Pernah Buat Pernyataan “Virus Korona Tidak Mematikan”

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) menegaskan bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D., tak pernah mengeluarkan pernyataan terkait “Virus Korona Tidak Mematikan”. Hal ini ditegaskan Kapuspen Kemendagri Bahtiar di Jakarta, Jum’at (27/03).

“Jangan salah dan jangan dipelintir, beliau tidak pernah mengatakan Virus Korona tidak mematikan. Yang beliau sampaikan adalah agar masyarakat tidak panik, karena riset dan data menunjukkan sebagian besar bisa sembuh dengan sistem kekebalan tumbuh,” tegas Bahtiar.

Menurutnya, pernyataan tersebut digunakan untuk meredam kepanikan di tengah masyarakat. Sebab, dalam keadaan panik, dikhawatirkan masyarakat akan melakukan hal-hal yang irasional dan menyebabkan sistem imun menurun.

“Intinya dalam berbagai kesempatan, beliau meminta masyarakat tidak panik, yang penting jaga imunitas tubuh, olahraga ringan di rumah, berjemur, makan makanan yang sehat dan bergizi, cuci tangan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” kata Bahtiar.

Bahtiar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk berita hoaks. Dalam situasi seperti ini, banjir informasi menyebabkan masyarakat diterpa berbagai informasi, termasuk hoaks, sehingga masyarakat perlu cermat untuk memilah dan mengonsumsi informasi yang beredar agar tidak terjebak informasi menyesatkan.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC