Channel9.id-Jakarta. Agenda hilirisasi nasional dinilai perlu dijalankan dengan pendekatan yang lebih inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas. Selama ini, pelibatan disabilitas dalam hilirisasi masih kerap dibingkai melalui pendekatan berbasis keterbatasan, bukan pembukaan akses yang setara.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Rudi Andries dalam forum diskusi bertajuk Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Penyandang Disabilitas yang digelar Kedeputian Bidang Hilirisasi Investasi Strategis dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Menurut Rudi, pendekatan berbasis keterbatasan berisiko menurunkan ambisi kebijakan terhadap pelaku usaha disabilitas. Akibatnya, mereka hanya ditempatkan pada segmen usaha bernilai tambah rendah dan terisolasi dari arus utama transformasi ekonomi.
DNIKS menilai persoalan utama penyandang disabilitas bukan terletak pada kemampuan, melainkan pada akses terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, regulasi, serta keputusan investasi. Karena itu, negara diminta menggeser paradigma kebijakan dari pembatasan sektor usaha menuju pembukaan akses dan berbagi risiko.
“Hilirisasi inklusif seharusnya memberi kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk terlibat dalam seluruh rantai nilai, termasuk sektor bernilai tambah tinggi,” ujar Rudi.
Ia menegaskan, tanpa perubahan paradigma, pelibatan usaha disabilitas berpotensi bersifat simbolik dan tidak berdampak signifikan terhadap struktur ekonomi. Sebaliknya, jika akses dibuka dan risiko dibagi, hilirisasi dapat memperluas basis pelaku ekonomi nasional sekaligus mencegah lahirnya ketimpangan baru akibat industrialisasi.
DNIKS pun mendorong agar agenda hilirisasi ke depan disertai target yang jelas, kepastian pasar, serta mekanisme evaluasi terbuka.
“Hilirisasi inklusif bukan soal menurunkan standar, melainkan meningkatkan keberanian negara dalam membuka kesempatan bagi seluruh warga negara,” pungkasnya.
Baca juga: Inklusi Sosial Perlu Digenjot, DNIKS: Sudah Komit, Implementasi Belum Memadai





