Setelah Sukses Film ‘Jumbo’, Visinema Hadirkan Film ‘Na Willa’ di Libur Lebaran 2026
Lifestyle & Sport

Setelah Sukses Film ‘Jumbo’, Visinema Hadirkan Film ‘Na Willa’ di Libur Lebaran 2026

Channel9.id-Jakarta. Tak terasa lebaran akan tiba yang menjadi panennya penonton film Indonesia. Di libur lebaran 2025 Visinema Studios sukses menghadirkan film animasi ‘Jumbo’ yang jadi film terlaris Indonesia sepanjang masa. Menjelang libur lebaran 2026, para kreator Jumbo kembali bersatu untuk menghadirkan film anak-anak terbaru berjudul ‘Na Willa’.

‎Diadaptasi dari buku cerita legendaris karya Reda Gaudiamo, Na Willa mengajak penonton melihat dunia dari sudut pandang seorang anak berusia enam tahun, menyelami keseharian seorang anak perempuan yang tumbuh di Indonesia era 1960-an, ketika rumah, gang, keluarga, dan benda-benda sederhana terasa hidup, penuh rasa ingin tahu, dan keajaiban kecil.

‎Alih-alih mengandalkan konflik besar atau dramatika konvensional, Na Willa justru merayakan emosi-emosi kecil, perubahan yang sunyi, dan keajaiban sehari-hari yang luput, namun membekas. Ryan Adriandhy, yang telah sukses lewat Jumbo, didapuk sebagai sutradara film Na Willa.

‎”Na Willa adalah film tentang bagaimana seorang anak memandang dunia dengan kejujuran, rasa kagum, dan kepekaan yang sering kita lupakan saat dewasa. Kami ingin menghadirkan keajaiban lewat realisme yang terasa magis ketika dilihat dari sudut pandang anak,” kata Ryan dalam keterangan persnya, Rabu (31/12/2025).

‎Gambaran dunia Na Willa mulai diperlihatkan melalui teaser trailer berdurasi 1 menit 31 detik yang telah dirilis.

Dalam cuplikan tersebut, penonton diajak menyusuri potret Indonesia tahun 1960-an yang dihadirkan secara realistis, dengan pendekatan visual yang sederhana, hangat, dan penuh detail. Rumah, gang, suara, dan ritme keseharian terasa hidup, bukan sebagai latar, tetapi sebagai bagian dari cara seorang anak memahami dunia.

‎Melalui karakter Na Willa yang diperankan oleh Luisa Adreena, teaser trailer ini mengajak penonton kembali pada kenangan masa kecil yang begitu membekas. Potongan narasi dan penggalan dialog sederhana membuka ruang nostalgia tentang bagaimana dunia pernah terasa begitu luas, dekat, dan penuh rasa ingin tahu.

‎Berbeda dari film keluarga pada umumnya, Na Willa tidak dibangun sebagai kisah fantasi. Keajaibannya hadir lewat realisme yang terasa magis, bagaimana hal-hal kecil dalam keseharian dapat menjadi pengalaman yang besar di mata seorang anak. Pendekatan inilah yang menjadikan Na Willa sebuah film yang lembut namun membekas, merayakan kejujuran emosi dan kehangatan keluarga.

‎“Respons penonton terhadap Jumbo di Lebaran tahun lalu menunjukkan satu hal yang sangat jelas, keluarga Indonesia merindukan film yang hangat yang bisa ditonton bersama, lalu dibicarakan dan dibawa pulang setelah keluar dari bioskop,” ujar Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma.

‎“Lewat Na Willa, visinema Studios ingin kembali menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi semua bagi anak-anak kita, dan juga anak-anak di dalam diri kita, di momen yang begitu penting bagi keluarga Indonesia.” imbuhnya.

‎Na Willa mengisahkan tentang Na Willa, seorang gadis kecil berusia enam tahun yang percaya bahwa dunia kecilnya di sebuah gang di Surabaya adalah tempat paling sempurna dan magis. Sebuah dunia di mana lagu-lagu dari radio terasa hidup, kios langganan selalu penuh kejutan, dan setiap hari adalah hari untuk bertualang bersama teman-temannya.

‎Seiring berjalannya waktu, dunia kecil Na Willa perlahan mulai berubah. Hal-hal yang dulu terasa selalu ramai mulai beralih sehingga mendorong Na Willa untuk melangkah ke ruang-ruang baru yang belum ia kenal. Dalam perjalanannya, Na Willa mulai belajar bahwa tumbuh berarti berani menghadapi perubahan dan keajaiban tidak selalu hilang, melainkan menemukan bentuk dan tempat yang berbeda.

‎Selain menampilkan aktor cilik pendatang baru Luisa Adreena, film ini juga dibintangi Irma Rihi sebagai Mak, dan Junior Liem sebagai Pak. Aktor senior seperti Ira Wibowo hingga Melissa Karim pun turut terlibat dalam film tersebut.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +  2  =