Channel9.id – Jakarta. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menerjunkan 1.476 sarjana hingga profesor yang tergabung dalam 246 tim ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Mereka ditugaskan untuk mendorong pembangunan kawasan melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Juru Bicara Kementrans Eva Julianti Yunizar mengatakan keterlibatan akademisi dan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam pembangunan kawasan transmigrasi. Menurut dia, pembangunan tidak hanya berfokus pada hasil fisik, tetapi juga pada pihak-pihak yang terlibat dalam prosesnya.
“Kalau kita bicara tentang pembangunan, pertanyaannya bukan hanya apa yang dibangun, tetapi siapa yang ikut membangunnya. Melalui Transmigrasi Patriot, 1.476 patriot bangsa dalam 246 tim hadir di 53 kawasan transmigrasi prioritas,” ujar Eva dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Para peserta program Transmigrasi Patriot terdiri atas lulusan sarjana hingga profesor. Kementrans menyebut mereka akan membawa hasil riset sebelumnya untuk diterapkan di lapangan sekaligus mendampingi masyarakat dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing kawasan.
Eva mengatakan program tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan para peserta Transmigrasi Patriot. Dengan pendekatan itu, pembangunan kawasan diharapkan tidak dilakukan secara sepihak.
“Transmigrasi Patriot bukan tentang membangun daerah tanpa melibatkan masyarakat. Program ini mempertemukan masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan para patriot untuk tumbuh bersama,” kata Eva.
Kementrans menargetkan program tersebut tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan administratif atau penyusunan laporan. Pengetahuan dan inovasi yang dibawa para peserta diharapkan dapat diterapkan secara langsung sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
“Tujuannya bukan sekadar menghasilkan laporan, tetapi memastikan pengetahuan dan inovasi dapat diterapkan dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Karena Indonesia yang maju adalah Indonesia yang tumbuh bersama,” pungkas Eva.
HT




