Channel9.id-Jakarta. Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan persoalan sampah tak bisa ditangani pemerintah daerah (Pemda) secara sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor dinilai menjadi kunci menghadapi lonjakan volume sampah seiring pertumbuhan penduduk.
“Produksi sampah terus meningkat, sementara kapasitas pengelolaan di daerah masih terbatas, baik SDM, infrastruktur, maupun teknologi,” kata Wiyagus di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Ia mengingatkan, pengelolaan sampah yang tidak profesional berpotensi menimbulkan masalah baru, mulai dari pencemaran lingkungan, menurunnya kualitas air bersih, hingga risiko korban jiwa.
Wiyagus menyebut, pemerintah terus mendorong berbagai inovasi pengelolaan sampah, salah satunya melalui metode waste to energy dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Selain itu, konsep aglomerasi persampahan dinilai semakin relevan sebagai pendekatan kolaboratif antardaerah.
“Aglomerasi ini penting supaya pengelolaan sampah bisa lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi inisiatif kerja sama antardaerah dalam pengelolaan sampah dan berharap Pemda memanfaatkan ruang kolaborasi yang telah dibuka melalui regulasi.
Baca juga: Tahun Baru Tanpa Kembang Api, DLH Angkut 91,41 Ton Sampah





