Jemaah haji 2026
Nasional

Calon Jemaah Diimbau Batasi Aktivitas Menjelang Haji, Termasuk Walimatus Safar

Channel9.id, Jakarta. Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan para calon jemaah haji agar menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. Aktivitas yang terlalu padat, termasuk tradisi walimatus safar atau open house perpisahan, dapat memicu kelelahan dan berdampak pada kondisi kesehatan saat tiba di Tanah Suci.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj, Liliek Marhaendro Susilo, menjelaskan bahwa tradisi walimatus safar biasanya dilakukan dengan menerima tamu, berkumpul bersama keluarga, sekaligus memohon doa sebelum berangkat. Namun, jika kegiatan ini berlangsung lama dan intens, risiko kelelahan dapat meningkat.

Liliek menuturkan bahwa pernah ada kasus jemaah yang tiba dalam kondisi sakit setelah terus-menerus menerima tamu hingga beberapa hari sebelum keberangkatan.

“Idealnya kegiatan seperti ini dilakukan maksimal satu minggu sebelum berangkat. Sisa waktu menjelang keberangkatan bisa digunakan untuk istirahat penuh,” ujarnya dalam kegiatan Diklat Petugas Haji 1447 H/2026 M, pekan lalu.

Ia menjelaskan, walimatus safar menjadi tradisi karena proses menuju haji membutuhkan waktu tunggu panjang dan persiapan yang tidak sedikit. Masa tunggu haji saat ini tercatat mencapai 26,4 tahun setelah penyamarataan kuota (bahkan sebelumnya ada daerah yang mencapai lebih dari empat dekade). Selain kesiapan biaya, calon jemaah juga harus menjaga kesehatan selama bertahun-tahun hingga waktu keberangkatan tiba.

Karena itu, bagi keluarga dan lingkungan sekitar, keberangkatan ke Tanah Suci menjadi momen yang disambut suka cita dan penuh silaturahmi. Pemerintah tidak melarang tradisi walimatus safar, kata Liliek, namun para jemaah tetap perlu memperhatikan waktu pelaksanaan agar tidak mengganggu kesiapan fisik.

Selain membatasi aktivitas sosial menjelang keberangkatan, Liliek juga menganjurkan jemaah untuk melakukan olahraga ringan, menjaga asupan bergizi, serta mengatur waktu istirahat. “Ibadah haji menuntut kondisi fisik yang prima, karena itu jemaah harus betul-betul menjaga kesehatan sebelum terbang,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  40  =  44