Ekbis

Sailun Group Suntik US$251 Juta untuk Pabrik Ban di Indonesia

Channel9.id, Jakarta. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sejumlah pabrik ban dalam negeri tidak menghalangi arus investasi baru dari luar negeri. Produsen ban asal China, Sailun Group, justru meresmikan pembangunan fasilitas perakitan ban di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$251,44 juta atau sekitar Rp4,25 triliun.

Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, menjelaskan bahwa pendirian pabrik baru tersebut merupakan bagian dari rencana ekspansi global Sailun. Selain untuk memperbesar pasar, langkah ini juga ditujukan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi dan distribusi ban di kawasan Asia Tenggara.

Pabrik Sailun berlokasi di Demak, Jawa Tengah, dan berada di bawah pengelolaan PT Sailun Manufacturing Indonesia, entitas usaha Sailun International Holding. Fasilitas ini akan menghasilkan ban radial untuk kendaraan penumpang (PCR), truk dan bus (TBR), hingga alat berat (OTR). Pada fase awal, kapasitas produksi tahunan ditargetkan mencapai 3,6 juta unit PCR, 600.000 unit TBR, serta 37.000 ton ban OTR. Selain mengisi kebutuhan pasar domestik, Demak juga akan dijadikan basis ekspor ke negara-negara Asia Pasifik.

“Dengan beroperasinya fasilitas produksi Sailun di Indonesia, kami menyediakan rangkaian produk dan layanan yang komprehensif mulai dari PCR, TBR, OTR, hingga TUBE dan FLAP yang berakar pada semangat buatan Indonesia,” ujar Eko dalam siaran resmi, Selasa (20/1/2026).

Tak hanya menjadi sentra produksi, Sailun Indonesia juga disiapkan sebagai pusat distribusi dan layanan purnajual nasional. Melalui PT Sailun Tire Indonesia dan kemitraan dengan distributor lokal, perusahaan membangun jaringan yang mendukung ketersediaan produk, efisiensi logistik, serta layanan purnajual di berbagai wilayah.

Bersamaan dengan masuknya investasi tersebut, kondisi industri ban nasional justru sedang menurun. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melaporkan adanya PHK massal di PT Multistrada Arah Sarana Tbk. (MASA), produsen ban Michelin di Cikarang, Jawa Barat. Presiden KSPI, Said Iqbal, menyatakan bahwa penurunan permintaan global terhadap ban berpengaruh pada volume produksi, sehingga perusahaan mengambil langkah pengurangan tenaga kerja.

“Michelin adalah pabrikan ban global. Ketika permintaan menurun, produksi ikut disesuaikan dan berdampak pada pengurangan karyawan,” ujarnya.

Menurut Said, ratusan pekerja telah dirumahkan dan saat ini sedang berlangsung negosiasi antara manajemen dan buruh terkait pesangon serta hak normatif lainnya. Ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat daya beli masyarakat agar sektor riil, termasuk industri otomotif dan komponen turunannya, bisa kembali pulih.

Sementara itu, Michelin Indonesia membenarkan adanya proses efisiensi tersebut. Corporate Communication Manager Michelin Indonesia, Monika Rensina, menyebut langkah penyesuaian dilakukan untuk menjaga daya saing sekaligus keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang.

“Kami memahami situasinya tidak mudah, namun keputusan ini diambil melalui pertimbangan matang untuk memastikan keberlanjutan organisasi,” kata Monika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

58  +    =  68