Thomas Djiwandono deputi
Ekbis

Usai Terpilih di BI, Thomas Djiwandono Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi

Channel9.id, Jakarta. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, resmi dipilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menyampaikan bahwa dirinya berkomitmen memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan pada Senin (26/01/2026), pria yang dikenal dengan sapaan Tommy itu menanggapi isu burden sharing antara BI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ia menjelaskan bahwa burden sharing pada dasarnya merupakan skema pembagian beban pembayaran bunga APBN, yang terutama diberlakukan saat pandemi Covid-19 ketika BI diizinkan membeli Surat Berharga Negara (SBN) langsung di pasar primer.

Menurut Tommy, skema tersebut tidak akan diterapkan lagi karena konteks kebijakannya telah berubah. Ke depan, koordinasi antara BI dan Kemenkeu akan difokuskan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, bukan penanganan darurat seperti pada masa pandemi. “Saat Covid, burden sharing sangat diperlukan. Sekarang targetnya sudah berbeda, yakni pertumbuhan ekonomi,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan.

Selama ini, BI memang mendukung kebijakan fiskal melalui pembelian SBN, tetapi melalui pasar sekunder. Pada 2025, BI telah membeli SBN pemerintah hingga Rp327,45 triliun per 16 Desember 2025. Memasuki awal 2026, BI kembali memborong SBN senilai Rp23,69 triliun sampai 20 Januari 2026. Tommy memastikan dukungan BI terhadap APBN tersebut tetap berlanjut sesuai kebutuhan. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan pembelian SBN di pasar sekunder akan sangat bergantung pada kondisi dan situasi kebijakan.

Dari sisi politik, Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menyampaikan bahwa pengesahan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI dijadwalkan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (27/01/2026). Thomas ditunjuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri, setelah melalui proses fit and proper test pada hari yang sama.

Rapat internal Komisi XI setelah uji kelayakan berlangsung singkat, sekitar 10 menit, sebelum keputusan diumumkan. Misbakhun menjelaskan bahwa seluruh fraksi di Komisi XI menyetujui pengangkatan Thomas secara mufakat tanpa catatan negatif. Ia menyebut terdapat banyak penilaian positif terkait komitmen Thomas dalam memperkuat profesionalisme dan independensi BI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  61  =  69