Channel9.id-Jakarta. Menjadi Suzzanna bukan sekadar peran bagi Luna Maya. Ini adalah perjalanan menyusuri jejak legenda horor yang telah hidup lama di ingatan kolektif penonton Indonesia. Dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Luna kembali dipercaya menghidupkan sosok ikonik ratu horor dengan pendekatan yang berbeda dan lebih manusiawi.
Bayang-bayang besar Suzzanna menjadi tantangan utama. Luna menyadari, karakter yang ia perankan bukan hanya milik film, tetapi juga milik kenangan jutaan penonton lintas generasi. Karena itu, ia memilih tidak meniru secara mentah, melainkan meneruskan ruh dan karisma yang pernah dihidupkan sang legenda.
“Kesulitannya susah banget, karena ini soal memenuhi ekspektasi penonton. Bunda Suzzanna itu sudah sangat melekat di hati masyarakat Indonesia,” tutur Luna saat peluncuran trailer resmi film tersebut, Senin (26/1/2026).
Berbeda dari film-film Suzzanna terdahulu, sosok Suzzanna dalam Santet Dosa di Atas Dosa ditampilkan sepenuhnya sebagai manusia. Tidak ada transformasi menjadi makhluk gaib. Justru dari sisi kemanusiaan inilah Luna menemukan ruang luas untuk menggali emosi, luka batin, dan konflik moral sang karakter.
“Di sini Suzzanna benar-benar manusia penuh dari awal sampai akhir. Itu yang membuat saya lebih menikmati prosesnya,” ujarnya.
Film ini menjadi proyek yang sangat personal bagi Luna. Sepanjang 2026, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menjadi satu-satunya film yang ia bintangi. Fokus penuh, disiplin tinggi, dan pendalaman karakter menjadi komitmen yang ia jaga selama proses produksi.
Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan diproduseri Sunil Soraya, film bergenre horor-aksi ini tidak hanya menawarkan teror, tetapi juga kisah tentang dendam, cinta, dan pergulatan batin. Sebuah babak baru bagi Suzzanna—bukan sebagai hantu, melainkan sebagai perempuan dengan sisi gelap dan kemanusiaan yang kompleks.
Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa dijadwalkan tayang di bioskop pada momen Lebaran 2026.
Kontributor: Akhmad Sekhu




