Connect with us

Lifestyle & Sport

Alasan Kamu Harus Berhenti Konsumsi Makanan Kemasan

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Dalam kehidupan sehari-hari kita nyaris selalu tak terlepas dari makanan kemasan. Saat ini makanan ringan hingga makanan berat pun sudah ada bentuk kemasannya. Misalnya susu, buah-buahan, sampai daging olahan. Tak heran jika makanan kemasan sudah merambah ke kehidupan banyak orang.

Jika Kamu termasuk orang bermobilitas tinggi dan minim waktu luang, keberadaan makanan kemasan tentu membuatmu lebih mudah mengisi perut. Namun, di balik kemudahan ini, ada bahaya yang bisa menghantui tubuhmu, lho.

Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak penjelasan berikut.

1. Minim nutrisi
Perlu Kamu sadari bahwa makanan kemasan itu minim nutrisi. Hal ini karena makanan kemasan harus melewati sejumlah tahapan produksi yang membikin kandungan nutrisinya berkurang. Sebagai gantinya, produsen makanan ini menambahkan serat, vitamin, dan mineral sintetis. Namun, upaya ini tetap tak bisa menggantikan kebaikan dari nutrisi alami yang terkandung pada makanan.

Maka dari itu, sesibuk apa pun Kamu, sebaiknya tetap memilih makanan segar daripada kemasan. Kamu bisa menggunakan layanan pesan-antar makananan bukan kemasan di tempat makan yang menyajikan makanan segar.

Baca juga : Kopi Bantu Maksimalkan Efek Olahraga

2. Gula, garam, dan lemak trans tinggi
Selain itu, makanan kemasan juga mengandung gula, garam, dan lemak trans yang tinggi. Kandungan ini membuatmu berisiko terkena penyakit, lho. Pasalnya, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, gula akan mengganggu metabolisme dan menyumbang kalori berlebih pada tubuh. Kondisi ini bisa memicu resistensi insulin, meningkatkan kadar trigliserida, meningkatkan kadar kolesterol jahat, dan meningkatkan penumpukan lemak.

Sementara itu, asupan garam berlebih juga bisa membahayakan kesehatan. Hal ini bisa mengakibatkan peningkatan volume darah, sehingga membuat jantung bekerja lebih keras. Namun, dil lain sisi pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darahmu bisa naik. Kemudian lemak trans bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga risiko Kamu terkena penyakit jantung jadi lebih tinggi.

3. Berisiko memicu obesitas
Para produsen sengaja menciptakan produk makanan yang menarik bagi konsumen. Belum lagi kemasannya dibuat kecil membikin Kamu bisa tak sadar sudah mengonsumsi seberapa banyak

Menurut sejumlah penelitian, kandungan pada makanan kemasan bisa membuatmu makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Otakmu mungkin kesulitan memahami rasa kenyang, sehingga Kamu tak bisa berhenti makan makanan kemasan. Atau Kamu mungkin ketagihan sehingga ingin terus memakannya hingga kenyang. Padahal tanpa sadar, Kamu sudah mengonsumsi kalori berlebihan. Maka dari itu, tak ayal bila makanan kemasan kerap dihubungkan dengan kegemukan atau obesitas.

4. Mengandung bahan kimia buatan
Kamu akan menemukan nama bahan kimia yang mungkin tak familiar denganmu jika membaca komposisi kemasan. Mungkin saja bahan ini sengaja ditambahkan untuk fungsi tertentu, misalnya bahan pengawet, pewarna, penambah rasa, pemberi tekstur, sampai pemanis buatan. Tujuan penambahan bahan ini agar makanan memiliki cita rasa yang diinginkan dan bisa disimpan lebih lama.

Meski bahan kimia itu telah teruji, tak menutup kemungkinan dalam jangka panjang bisa membahayakan bagi kesehatan. Misalnya, penambahan pemanis buatan sirup jagung tinggi fruktosa berkaitan dengan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, bahkan kanker.

5. Kemasan berbahaya
Selain kandungannya yang membahayakan kesehatan, kemasan makanannya pun demikian. Terbukti, menurut sebuah penelitian, bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam kemasan makanan bisa larut ke dalam makanan yang Kamu makan dan masuk ke tubuh.

Misalnya, formaldehida di botol plastik bisa menyebabkan kanker, bisphenol A yang terkandung dalam kaleng makanan atau minuman, tributyltin, triclosan, dan phthalates pun sama risikonya. Meski bahan kimia ini masuk ke tubuh dalam jumlah sedikit, pada jangka panjang bisa menyebabkan penumpukan bahan kimia berbahaya dalam tubuh. Hal ini bisa membahayakan kesehatan, terutama mengganggu hormonmu.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Anosmia Atau Tidak? Ini Tips Mengetesnya

Published

on

By

mengecek Anosmia indera penciumanmu dengan makanan atau minuman lain seperti kopi dan jeruk

Channel9.id-Jakarta. Anosmia atau kehilangan kemampuan indera penciuman merupakan gejala yang paling sering dialami pasien yang terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19.

Kendati begitu, sebagai catatan, anosmia tak melulu disebabkan oleh virus Corona. Sebab bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh virus lain seperti virus pilek dan flu.

Menurut ahli THT Erich Voight, pembengkakan di hidung akibat virus akan mencegah partikel bau menyentuh saraf penciuman di hidung. “Saat pembengkakan mereda, indera penciuman bisa kembali,” kata Voight, Kamis (14/1).

Baca juga : Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa Jadi Gejala Umum Covid-19

Sejatinya, penyebab anosmia bukan hanya karena virus. Polip hidung, tumor, penyakit neurodegeneratif—seperti Alzheimer, Parkinson, serta cedera otak atau trauma kepala, juga menjadi penyebab anosmia.

Nah, sudah tahukah Kamu bagaimana cara memastikan baik atau tidaknya indra penciumanmu?

Ternyata Kamu bisa mengeceknya dengan makan permen seperti jellybean, lho. Tips ini disarankan oleh Direktur Center for Smell and Taste Florida University, Steven Munger.

Munger menerangkan, mula-mula, tutup lubang hidung hingga tak ada aliran udara yang masuk. Kemudian masukkan jellybean ke dalam mulut dan dikunyah.

“Jika Anda mendapat rasa gurih ditambah manisnya jellybean, berarti fungsi indera perasa Anda masih berfungsi,” jelasnya.

Kemudian, sambil mengunyah, lepas tangan yang menutupi lubang hidung. Jika Kamu bisa mencium semua bau, termasuk jellybean yanh dikunyah, artinya fungsi indra penciumanmu masih berjalan normal.

“Ini benar-benar jenis respons yang sangat dramatis dan cepat,” sambung dia.

Proses itu, secara ilmiah, dikenal dengan istilah penciuman hidung retro. Pada kondisi ini, bau akan mengalir dari bagian belakang mulut, ke atas melalui faring, dan masuk ke rongga hidung.

Tak hanya dengan perman, Kamu bisa mengecek indera penciumanmu dengan makanan atau minuman lain seperti kopi dan jeruk, lho. Lalu, lakukan cara yang sama.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ingat, Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

Published

on

By

Ingat, Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

Channel9.id-Jakarta. Untuk mengatasi penat, Kamu mungkin akan langsung menyeruput kopi di jam makan siang. Kamu tak peduli jika perutmu sudah keroncongan, sebab Kamu mengharapkan lonjakan adrenalin yang bisa membuatmu segar kembali.

Ide itu nampaknya bagus. Namun, minum kopi di saat perut kosong sebetulnya tak baik untuk perutmu. Nah, memangnya apa akibat minum kopi di perut kosong?

1. Asam lambung naik
Asam lambung berperan untuk melancarkan pencernaanmu. Di sisi lain, asam ini bersifat korosif. Sehingga jika dibiarkan menggenang di lambung tanpa ada makanan untuk diolah, bisa merusak lapisan lambung.

Kopi telah terbukti merangsang produksi asam. Nah, jika kopi diminum saat perut kosong, keasaman perut akan meningkatkan. Akibatnya, Kamu akan merasa mulas dan mengalami gangguan pencernaan.

Baca juga : Kapan Waktu yang Tepat Untuk Minum Kopi?

2. Mudah stres dan cemas
Jika Kamu minum kopi saat perut kosong, efek negatif dari kopi dipercaya bisa lebih buruk.

Diketahui, kafein pada kopi akan merangsang sistem sarafmu. Dengan minum kopi, denyut jantung dan tekanan darahmu akan meningkat. Dampaknya, Kamu rentan gelisah, stres, hingga suasana hati berubah-ubah.

3. Memicu dehidrasi
Tak hanya itu, kafein juga memberi efek deuretik, yang bisa membuatmu sering buang air hingga tubuhmu berpotensi kehilangan cairan secara drastis atau dehidrasi. Kondisi ini membuat tubuhmu lemas, sakit kepala hingga pingsan.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tiba-tiba ‘Ngidam’ Makan Asin? Mungkin Ini Penyebabnya

Published

on

By

makanan asin

Channel9.id-Jakarta. Pernahkah Kamu tiba-tiba ingin makan makanan yang asin, padahal Kamu sedang tak lapar apalagi hamil?

Perlu Kamu pahami, “mengidamkan” makan sesuatu bisa dialami siapa saja, lho. Jadi, baik perempuan maupun pria juga mengalaminya.

Nah, rupanya ada beberapa hal yang membuatmu “ngidam” makan asin. Apa sajakah itu?

1. Sedang stress
Saat stres, Kamu akan terdorong untuk makan makanan tertentu. Biasanya Kamu akan cenderung ingin makanan asin atau yang berlemak.

Hasrat ingin makan sesuatu saat stres merupakan respon alami tubuh untuk meningkatkan produksi dopamin—yakni senyawa yang diproduksi otak yang membuatmu tenang dan bahagia.

Sejatinya, jika Kamu sudah menemukan makanan yang membuatmu memproduksi dopamin, otak akan memberi sinyal untuk makan makanan tersebut, di setiap kondisi yang sama.

2. Kurang tidur
Kurang tidur juga membuatmu ngidam makanan asin, lho. Menurut penelitian, orang-orang yang kurang tidur lebih banyak makan makanan asin tanpa disadari.

Belum diketahui pasti sebab-akibat hubungan keduanya. Namun, bagi sebagian orang, makanan asin akan memberi kepuasan untuk membalas efek kurang tidur yang bikin badan dan pikiran penat.

Baca juga : Suka Rebahan Setelah Makan? Hati-Hati, Bahaya Ini Mengintai

3. Banyak berkeringat
Selain itu, Kamu akan ngidam makan asin jika kekurangan natrium akibat terlalu banyak berkeringat.

Untuk diketahui, keringat mengandung garam. Jika Kamu terlalu banyak berkeringat, tubuhmu akan kekurangan elektrolit dalam tubuh. Lalu tubuhmu akan merespons dengan ngidam makanan asin, guna mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.

4. Bosan
Rasa bosan pun bisa bikin Kamu tergoda untuk makan makanan asin. Menurut survei Wansink, 52% dari 1000 partisipan ngidam makan sesuatu saat bosan.

5. Sedang PMS
Menjelang menstruasi, banyak perempuan yang ngidam makan makanan tertentu. Salah satunya makanan asin. Kondisi ini dipengaruhi oleh naik dan turunnya hormon tertentu menjelang menstruasi.

6. Adison Disease
Adison Disease akan membuatmu ngidam makanan asin berlebihan, dilansir dari Mayo Clinic. Kondisi ini membikin kelenjar adrenal gagal—yang berperan memproduksi hormon pengatur keseimbangan cairan, memerintahkan ginjal untuk menyimpan sodium di dalam tubuh dalam kadar normal.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC