Connect with us

Lifestyle & Sport

Minuman Manis Berisiko, Batasi Konsumsinya Dengan Cara Ini

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Siapa sih yang tak suka minuman ringan? Meski pun ada, populasinya mungkin lebih sedikit dari yang menyukainya. Minuman ini memang manis dan menyegarkan, bahkan bisa mendapat energi setelah meminumnya. Tak heran bila minuman ini masuk dalam daftar favorit banyak orang.

Apakah Kamu termasuk penggemar fanatik minuman jenis itu? Jika ya, sebaiknya Kamu waspada. Pasalnya, semakin banyak minuman ringan yang Kamu konsumsi, semakin banyak pula gula yang masuk ke tubuhmu.

Menurut studi, orang yang mengonsumsi minuman ringan manis hingga dua kaleng sehari atau lebih berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Tak hanya itu, risiko mengalami kerusakan gigi, tulang hingga obesitas pun turut menghantui.

Baca juga : Varises Mengganggu Penampilan, Ini Cara Mencegah Kemunculannya

Maka dari itu, sudah semestinya Kamu mengurangi konsumsi minuman ringan, terutama yang manis dan bersoda. Upaya ini memang tak mudah, namun patut Kamu coba. Ini demi kesehatanmu, lho. Berikut ini sejumlah tips yang bisa membantu mengurangi minuman ringan.

1. Gali informasi soal dampak minuman ringan
Cobalah cari informasi lebih jauh tentang dampak meminum minuman ringan. Dengan berbekal informasi tersebut, Kamu jadi yakin harus meninggalkan minuman itu dan bahkan kuat menahan godaan untuk meminumnya.

2. Minum segelas air dulu
Jika Kamu berharap menghilangkan rasa haus dengan minum minuman manis, cobalah untuk minum segelas air terlebih dahulu. Dengan begitu, asupan minuman manis Kamu akan berkurang.

3. Campur dengan air
Mengurangi kebiasaan minum softdrink memang tak mudah. Adapun cara termudah untuk mengurangi asupan ini ialah dengan mencamprnya dengan air. Dengan cara ini, Kamu bisa mengurangi minuman ringan dengan perlahan.

4. Perhatikan asupan kalorimu
Selain itu, Kamu juga perlu memantau asupan kalori harianmu. Kamu bisa melakukannya dengan menggunakan aplikasi di ponselmu. Sehingga, Kamu bisa tahu betul berapa kalori yang masuk dan apakah melewati batas atau tidak.

5. Coba cari penggantinya
Kamu bisa mengganti minuman ringan dengan yang lebih sehat, seperti jus buah, air soda tawar, susu, atau air yang dicampur dengan lemon.

Atau, Kamu juga juga bisa mengalihkannya dengan minum teh tanpa gula. Untuk menabah cita rasa, Kamu bisa mencampurkannya dengan lemon, mint, atau sedikit gula/pemanis buatan.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Asupan Untuk Tingkatkan Kinerja Otak

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kecanggihan teknologi saat ini mempermudah siapa saja, termasuk Kamu, untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Misalnya dalam memilih makan siang di waktu istirahat kerja. Kamu yang bermobilitas tinggi dan membutuhkan kinerja otak lebih optimal disarankan untuk memesan makanan sehat.

Perlu Kamu ketahui, makanan juga mempengaruhi kinerja otak yang merupakan syaraf pusat kendali tubuh. Maka dari itu, makanan yang baik akan menunjang seluruh kegiatanmu dengan baik pula. Pun sudah pasti akan mempengaruhi kesehatan dan produktivitasmu.

Baca juga : Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa Jadi Gejala Umum Covid-19

Nah, sebagai referensi, berikut ini sejumlah pilihan asupan yang sangat disarankan untuk Kamu pilih.

1. Air
Sebagian besar bagian tubuh kita merupakan air. Semua fungsi tubuh tergantung pada air agar berfungsi dengan baik. Jika asupan cairan tak terpenuhi, otak akan menanggung konsekuensinya. Kurang minum air bisa menyebabkan kelelahan dan sakit kepala. Jadi pastikan penuhi asupan cairan agar otak bisa bekerja dengan baik.

Maka dari itu, Kamu dianjuran untuk memenuhi asupan cairan dengan minum minimal 2 liter air sehari, sebagaimana saran para pakar.

2. Bayam
Bayam juga mengandung asam folat tinggi dan vitamin K. Kandungan ini merupakan nutrisi penting bagi otak.

Folat bisa membantu melindungi sarafmu dari kerusakan, sehingga bisa mencegah kelambatan berpikir. Sementara, vitamin K terbukti mampu meningkatkan daya ingat dan aktivitas otak. Kandungan ini bisa memperlambat proses penurunan kognitif karena faktor usia dan mencegah penyakit Alzheimer.

3. Alpukat
Alpukat kaya akan asam lemak yang disebut asam oleat, yang juga baik untuk otak. Buah ini bisa meingkatkan fungsi otakmu dengan menciptakan selubung di sekitar otak atau mielin. Mielin ini membantumu untuk memproses informasi pada kecepatan hingga sekitar 300 km/ jam. Jadi Kamu bisa berpikri lebih cepat. Tanpa mielin, kemampuan otakmu bisa menjadi lambat.

Adapun makan lain yang mengandung asam oleat yaitu kacang almond, kacang pecan, dan kacang mete.

4. Ikan salmon
Ikan salmon mengandung omega-3 yang baik untuk otak. Menurut penelitian, omega-3 bermanfaat untuk membantu meningkatkan fungsi otak. Misalnya, melindungi otak dan mencegah peradangan. Bahkan, asupan ini pun dikaitkan dengan menurunnya risiko terkena Alzheimer dan kehilangan ingatan.

Studi terbaru menyebutkan bahwa omega-3 juga bisa mengatur mood agar tetap terjaga sepanjang hari.

5. Buah dari keluarga berry dan makanan kaya akan antioksidan
Buah beri seperti stroberi, blueberry, mulberry, dan ceri memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Semakin gelap warna buah beri, semakin tinggi kandungan antioksidannya.

Diketahui, antioksidan bisa melindungi otak dan meningkatkan memorimu. Dengan begitu, kinerja otakmu bisa meningkat. Selain itu, buah ini juga bisa mencegah timbulnya penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa Jadi Gejala Umum Covid-19

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kehilangan indera penciuman dan perasa didapati sebagai gejala Covid-19 paling umum. Temuan ini menggugurkan anggapan sebelumnya, yang menyebutkan bahwa batuk kering dan demamlah yang menjadi gejala umum Covid-19.

Data teranyar tersebut berdasarkan hasil temuan para peneliti di Pusat Statistik Nasional Inggris, setelah melacak data statistik terkait gejala yang ditimbulkan akibat infeksi virus corona. Data statistik pada periode 15 Agustus hingga 26 Oktober ini menunjukkan bahwa lebih banyak pasien yang kehilangan indera penciuman dan perasa, daripada gelaja lainnya.

“Gambaran keseluruhan memperlihatkan bahwa gejala kehilangan kemampuan mencium dan merasa atau mencecap paling banyak terjadi di semua umur,” ungkap laporan tersebut, Rabu (25/11).

Secara rinci, ada 20-40% pasien berusia 35 tahun ke atas yang kehilangan indera penciuman dan perasa. Hanya 15-25% di antaranya yang mengalami demam. Sementara itu, yang mengalami batuk hanya 13-18%.

Di kelompok lain yang usainya lebih muda, 60% di antaranya kehilangan indera penciuman dan perasa. Hanya 15-25% yang melaporkan demam, dan kurang dari 10% yang melaporkan batuk.

Hanya sedikit anak-anak yang mengalami gejala batuk. “Tingkat anak-anak usia sekolah yang positif COVID-19 dan mengalami gejala batuk tetap rendah selama periode tersebut (saat ini sekitar 5%),” lanjut laporan tersebut. Bahkan, sepertiga anak-anak yang positif Covid-19 tak mengalami satu dari 20 gejala yang dialami orang dewasa. Artinya banyak dari mereka yang tak bergejala.

Untuk diketahui, sejumlah penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa anosmia atau hilangnya kemampuan indera penciuman menjadi salah satu gejala khas pada penderita Covid-19. Virus yang menginfeksi penderita disebut menyerang indera penciuman dan memblokir fungsi vital untuk sementara.

Anosmia tak hanya dialami pasien bergejala, tetapi juga bisa dialami oleh kelompok tak bergejala. Pada Covid-19, anosmia umumnya terjadi tanpa diiringi hidung tersumbat.

Lebih lanjut, peneliti bahkan menyebut bahwa anosmia kemungkinan bisa menjadi patokan untuk mendeteksi dini keberadaan virus corona.

(LH)

Continue Reading

Hot Topic

Kabaharkam Polri Dukung PSSI Gelar Liga 1 Februari 2021

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto menyampaikan, Polri mendukung PSSI dan operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (PT LIB) menggelar lanjutan Liga 1 2020/2021, Februari 2021 mendatang.

Agus menyatakan, selama kompetisi tersebut diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan sesuai instruksi pemerintah, maka Institusi Polri akan mendukung penuh.

“Terima kasih atas kehadiran dan informasinya. Pada prinsipnya kami akan memberikan dukungan penuh. Salah satunya mematangkan koordinasi untuk mendapatkan izin keramaian,” kata Agus Andrianto, saat menerima kunjungan perwakilan PT LIB, Kamis (26/11).

Baca juga: Direktur LIB Diperiksa Satas Anti Mafia Bola

Dalam pertemuan yang digelar di Mabes Polri tersebut, PT LIB dan PSSI menjelaskan banyak hal terkait rencana kelanjutan kompetisi Liga 1 2020.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC