Connect with us

Techno

Pemilik Kloningan Instagram Digugat Facebook

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Perusahaan jejaring media sosial Facebook menggugat pemilik situs yang disebut mengoperasikan situs kloningan Instagram. Adapun pemilik situs tersebut ialah Ensar Sahinturk, seorang warga negara Turki, dilansir dari TechCrunch, Jumat (20/11).

Situs ini berisikan data yang dihimpun dari 100 ribu data pengguna Instagram. Sahinturk mengatakan bahwa ia memanfaatkan software otomatisasi guna mengumpulkan data tersebut, yang tentunya tanpa izin. Ia kemudian mempublikasikannya di kloningan Instagram miliknya.

Baca juga : Lelang Frekuensi Untuk Dorong 5G dan Tranformasi Digital

Facebook mengatakan pihaknya mulai menyadari keberadaan jaringan kloningan Instagram itu pada November 2019 lalu. Jaringan ini juga disebut punya trafik pengunjung yang besar. Namun, Facebook tak memberikan detail lebih lengkap soal trafik ini.

Sebelum menggugat, Facebook menyurati Sahinturk dan memintanya untuk menonaktifkan situs-situs tersebut. Hak ini sebagaimana keterangan Jessica Romero, Director of Platform Enforcement and Litigation Facebook.

“Data scraping (mengumpulkan data) mengganggu privasi orang dan kemampuan untuk mengontrol informasi mereka, dan ini dilarang dalam aturan kami,” tulis Romero.

“Ini adalah contoh terbaru untuk langkah kami dalam menghentikan siapa pun yang mengumpulkan data pengguna, sebagai bagian dari komitmen kami untuk melindungi komunitas kami, menegakkan aturan kami dan mengganjar orang yang menyalahgunakan platform kami,” sambung dia.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Perketat Kebijakan, TikTok Hapus Konten Sesat

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Tiktok akan menurunkan konten yang menyesatkan. Hal ini merupakan upaya paltform ini untuk memperketat kebijakan kontennya.

“Kami membangun tim, proses, dan teknologi untuk mengidentifikasi dan, jika diperlukan, menghapus informasi menyesatkan dan salah,” ujar Director Trust & Safety, TikTok Asia Pacific Arjun Narayan, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (27/11).

Baca juga : Pelaku UMKM Bisa Untung Jika Manfaatkan Big Data dan AI

Untuk merealisasikan hal itu, Arjun menuturkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan para ahli kelas dunia guna mencegah kampanye provokatif dan agitasi. Selain itu, TikTok pun melarang konten palsu dan hoaks.

“Kami menambahkan kebijakan yang melarang konten palsu atau manipulatif yang menyesatkan pengguna dengan mengaburkan kebenaran suatu kejadian dalam cara yang dapat menyebabkan bahaya,” sambung dia.

Kemudian Tiktok pun membuat kebijakan tentang konten yang lebih transparan.

Panduan Komunitas telah menambahkan soal pelarangan konten tentang kampanye disinformasi. “Seperti pembuatan akun yang dimaksudkan untuk memberikan pengaruh dan mengarahkan opini publik terhadap individu, komunitas, atau publik yang menyesatkan tentang indentitas, lokasi, ataupun tujuan akun tersebut,” terang dia.

Tiktok pun akan memperbesar tim dan program dengan memasang sistem untuk memudahkan pengguna melaporkan misinformasi di aplikasi. Kemudian Tiktok juga akan memperbesar tim internal yang bertanggungjawab untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran misinformasi serta disinformasi.

“Kami juga meluncurkan program pengecekan fakta pihak ketiga untuk Indonesia, dengan tim pengecek fakta yang meninjau dan memverifikasi konten yang dilaporkan. Begitu informasi dipastikan salah atau menyesatkan, kami mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten, berdasarkan Panduan Komunitas kami,” tutup dia.

Sebagai informasi, pembaruan tersebut diduga berangkat dari viralnya video dari TikTok yang berisikan penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo. Pada video Jokowi disebut sebagai keturunan binatang. Selain itu, nama Ketua DPR RI Puan Maharani turut terseret.

Video TikTok itu diduga diunggah oleh akun @acygacalfarucha. Polisi saat ini sudah mendalami video TikTok tersebut.

(LH)

Continue Reading

Techno

Pelaku UMKM Bisa Untung Jika Manfaatkan Big Data dan AI

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) hingga perusahaan rintisan dinilai memerlukan pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Data Driven Transformation for businesses Rosebay Group, Aaja Baruwal, menuturkan bahwa di Indonesia masih banyak UMKM yang merasa tak relevan dengan big data dan AI. Sebab mereka merasa perusahaannya masih baru dan memiliki sedikit data tentang konsumen.

“Padahal teknologi AI bisa melakukan melakukan prediksi hingga rekomendasi tentang perilaku konsumen. Jadi, siapapun bisa mendapatkan keuntungan dengan AI,” terang Aaja, Kamis (26/11).

Baca juga : Mesin CEIR Nyaris Penuh, Kominfo: Pemerintah Akan Tambah Kapasitasnya

Padahal menurut Founder dan Executive Chairman Rosebay Group Rohit Kumar, data yang diintegrasikan dengan kecerdasan buatan akan menjadi data pintar atau smart data. Smart data ini-lah yang bisa memberi banyak manfaaat bagi bagi perusahaan. Misalnya dengan mengurangi risiko diambilnya keputusan yang salah, efisiensi, rekomendasi, hingga pemasaran.

“Dengan data, kita bisa mengirim iklan SMS atau email ke konsumen. Dibantu kecerdasan buatan, kita bisa menentukan apakah iklan SMS dan email tersebut benar-benar terkirim sesuai ke konsumen yang sesuai,” jelas Rohit.

Rohit berpendapat, big datadan teknologi AI di Indonesia adalah wilayah baru. Padahal kebutuhan terhadapa smart data terbilang sangat tinggi.

“Di Indonesia ada banyak peluang untuk mengolah data dengan baik. Karena banyak perusahaan yang masih mengolah datanya secara manual,” ujar Rohit. Sementara itu, teknologi AI saat ini hanya digunakan oleh perusahaan e-commerce atau perbankan besar.

Lebih lanjut, Rohit mengatakan bahwa Rosebay ingin big data dan teknologi AI bisa lebih merata hingga ke UMKM dan startup. “Kami ingin mewujudkan lebih banyak lagi perusahaan yang berorientasi pada data (data driven organization) dalam menjalankan bisnis mereka,” sambungnya.

Untuk beralih ke big data dan AI, Rohit memaparkan ada sejumlah hal yang harus dilakukan. “Pertama, departemen IT harus bisa mengkomunikasikan dampak adopsi teknologi baru seperti big data dan AI terhadap bisnis kepada manajemen C-level di perusahaan,” jelasnya.

Kedua, mulailah dengan project-project kecil yang bisa memberi hasil positif, sebelum melakukan perubahan besar terhadap perusahaan. Ketiga, adopsi teknologi dilakukan bertahap diiringi analitik sebagai bagian dari prosesnya.

“Hindari transformasi tunggal. Sebagian besar perusahaan IT/konsultan lebih suka Anda melakukan investasi besar tunggal karena mereka akan dibayar lebih banyak. Kami tidak merekomendasikan pendekatan ini,” pungkas Rohit.

(LH)

Continue Reading

Techno

Mesin CEIR Nyaris Penuh, Kominfo: Pemerintah Akan Tambah Kapasitasnya

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) dikabarkan nyaris penuh. Untuk diketahui, mesin ini berperan dalam menampung nomor IMEI dan menyuntik mati perangkat Handphone, Komputer genggam, dan Tablet (HKT) ilegal alias black market (BM).

Mengenai hal itu, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi mengatakan bahwa sisa kapasitas yang ada masih mampu menampung nomor IMEI hingga dua bulan ke depan. Di samping itu, pemerintah pun berkomitmen untuk mengatasai persoalan mesin CEIR ini segera.

“Kapasitas yang saat ini ada masih dapat digunakan sekitar dua bulan ke depan. Paralel, pemerintah sedang mendorong dilakukannya penambahan kapasitas dalam waktu dekat,” kata Dedy, Kamis (26/11).

Baca juga : Bantu Suntik Mati Perangkat Ilegal, Kapasitas Mesin CEIR Nyaris Penuh

Lebih lanjut, pemerintah juga mengaku terus berkomunikasi dengan para vendor ponsel guna mengentaskan masalah mesin CEIR ini.

Sebelumnya, beberapa waktu dilaporkan bahwa mesin CEIR beramasalah karena tak bisa mendaftar nomor IMEI perangkat baru. Alhasil, vendor perangkat HKT kalap karena khawatir tak bisa menjual produknya.

Guna mengatasi masalah mesin CEIR yang nyaris penuh itu, pemerintah melakukan penghapusan nomor IMEI yang perangkatnya tak tidak aktif lagi. Sayangnya, cara ini belum bisa mengatasi mesin CEIR yang saat ini nyaris penuh lagi.

Menurut laporan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), sisa kapasitas mesin CEIR baru bisa menampung 1,2 miliar nomor IMEI, dan kini tinggal 55 juta nomor IMEI lagi. Artinya, kapasitas mesin ini nyaris penuh.

Sebagai informasi, mesin CEIR ini menjadi acuan para operator seluler dalam menyuntik mati perangkat ilegal. Adapun jika IMEI tak terdaftar di mesin ini, perangkat seperti ponsel tak bisa terhubung ke jaringan telekomunikasi, kendati perangkat ini sudah disematkan SIM card.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC