Kemenkes Kerahkan Ratusan Nakes ke Aceh
Nasional

Jangkau Wilayah Terisolir, Kemenkes Terjunkan 513 Nakes ke Aceh

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan 513 tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis ke wilayah paling terisolir di Provinsi Aceh untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana hidroklimatologi di Sumatera.

Ratusan nakes tersebut tergabung dalam Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) angkatan ke-3 dan diterjunkan ke sembilan kabupaten/kota di Aceh. Mereka bertugas menjangkau daerah pedalaman yang sulit diakses, pos pengungsian, puskesmas, hingga rumah sakit terdampak bencana.

Langkah ini dilaporkan dalam daily brief Pos Komando Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) kepada Ketua Satgas Tito Karnavian, yang mencatat kegiatan pemulihan oleh 18 kementerian/lembaga pada Kamis (29/1/2026) dan Jumat (30/1/2026).

Selain layanan medis, para nakes juga membantu pembangunan puskesmas moduler sebagai pengganti sementara fasilitas kesehatan yang rusak berat, di antaranya Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.

Mereka juga mengerjakan instalasi 20 unit sumur bor di sejumlah puskesmas, termasuk di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Aceh Utara, Langsa, Pidie Jaya, serta Tapanuli Tengah. Perbaikan ambulans terdampak bencana turut dilakukan, dengan 16 unit ambulans di Aceh dan delapan unit di Sumatera Utara saat ini dalam proses perbaikan.

Untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan, Menteri Kesehatan juga telah menerbitkan kebijakan pemanfaatan sisa dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2025. Kebijakan tersebut memungkinkan daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat segera menggunakan sisa dana BOK untuk kebutuhan strategis layanan kesehatan.

Kepala Pos Komando Wilayah Satgas PRR Aceh Safrizal menilai kebijakan ini sangat membantu pemerintah daerah. “Kepmenkes ini mempercepat pemenuhan kebutuhan alat dan layanan kesehatan dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Safrizal.

Baca juga: Tito Karnavian: Sumbar dan Sumut Pulih Cepat, Aceh Masih Butuh Intervensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4  +  4  =