Channel9.id – Jakarta. Yayasan Forum Komunikasi Aktifis Akhlakulkarimah Indonesia (FKAAI) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen memperkuat program deradikalisasi, pencegahan radikalisme, serta rekonsiliasi sosial di Indonesia.
Acara yang berlangsung di kantor FKAAI ini mengusung tema “Penguatan Akhlakulkarimah dan Perbaikan Diri sebagai Fondasi Berbangsa Dan Bernegara, Bersama Memperbaiki Diri, Menjaga Negeri Tetap Damai”, Raker ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian program sebelumnya sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja tahun 2026.
Ketua Yayasan FKAAI dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendekatan deradikalisasi harus dilakukan secara menyeluruh, menyentuh aspek keagamaan, sosial, dan kemanusiaan.
“FKAAI hadir dengan pendekatan pembinaan yang menyejukkan, mengedepankan nilai akhlakulkarimah, serta membangun kesadaran damai di tengah masyarakat,” ujar Saman dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Direktur Identifikasi dan Sosialisasi Densus 88 Anti Teror Polri, Brigjen. Pol. Arif Makhfudiharto, S.I.K., M.H., yang diwakili oleh AKBP Reeza Andi Nova, Kanit Identifikasi Direktorat Idensos Densus 88 AT Polri, menyampaikan pesan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus maupun anggota Yayasan FKAAI yang sudah berjalan 4 tahun ini.
“Mudah-mudahan ke depan tetap eksis dalam membersamai bangs aini, tidak hanya sinergitas pemerintah untuk ketahanan idiologis bagi bangsa, terutama bagi generasi muda kita,” katanya.
“Direktorat Idensos saat ini memandang memang sangat perlu penguatan akhlak, etika yang merupakan benteng bagi masyarakat dan negara ini. Melalui rapat kerja ini kami berharap Yayasan FKAAI dapat merumuskan program-program yang tidak hanya memperkuat internal, akan tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat yang luas dalam bentuk keteladanan yang menunjukan nilai-nilai kebangsaan.” tambah Reeza Andi Nova.
Sementara itu, Pembina Yayasan FKAAI, Nasir Abas menekankan pentingnya transformasi pribadi sebagai dasar perubahan sosial.
“Perbaikan diri adalah pintu masuk utama menuju perubahan yang lebih besar. Ketika nilai akhlakulkarimah tertanam kuat, maka upaya deradikalisasi, pencegahan kekerasan, dan penguatan persatuan bangsa akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Salah satu motivasi yang disampaikan Soffa Ihsan, selaku Pembina Yayasan FKAAI DPW Jakarta menerangkan rumah bisa menjadi tempat pembinaan bagi anak atau keluarga sebagai riyadhotul nafs wa riyadhotul fikr wa riyadhotul qolb.
“Rumah bisa menjadi harokatu ruhiyah yang luar biasa. Sebagai edukasi pada keluarga kecil kita dan rumah bisa melahirkan generasi-generasi yang cerdas, yang berakhlakulkarimah,” tegas Soffa.
Diakhir penyampaian Soffa mengutip pendapat seorang ulama Andalusia abad ke 11, dalam kitab Assiyasah Aw Al Isyarah Fi Tadbiril Imaroh Karya Abu Muhamad Hasan Al Murodi, yang mengatakan, “Kita perlu adanya proses dialog, proses membuka mata pikir kita, karena ketika Andalusia akan jatuh, tidak adanya dialog, yang ada hanya debat kusir, yang tidak berlandaskan ilmu, dan hanya menggunakan otot (perang)” tegasnya.
Dalam pengantar doanya Ustadz Mbah Zarkasih menyampaikan, “Transformasi adalah sebuah kelaziman, karena kehidupan manusia sangat dinamis, bahkan kalo kita kembali pada Imam Mazhab yang 4, terutama Imam Asy Syafi’I, maka beliau dalam ijtihadnya ada terjadi transformasi, ada qoul qodim dan ada qoul jaded, ada pendapat yang lama dan ada pendapat yang baru,”
Raker diikuti oleh jajaran pengurus, pembina, serta mitra strategis dari unsur Densus 88 AT Polri. Agenda utama meliputi evaluasi program 2025, penyusunan program kerja 2026, pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), serta penguatan sinergi lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, FKAAI menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan nasional dalam pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui pendekatan yang moderat, inklusif, dan berkeadaban.
Yayasan FKAAI merupakan lembaga masyarakat yang bergerak dalam penguatan nilai akhlakulkarimah, deradikalisasi, pembinaan sosial, dan rekonsiliasi masyarakat berbasis pendekatan kemanusiaan dan kebangsaan.





