Channel9.id – Aceh Tamiang. Seorang Imam di Kampung Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang telah membersihkan kampungnya dari lumpur imbas bencana banjir dan lumpur.
Ucapan terima kasih itu disampaikan di hadapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat meninjau Praja IPDN yang tengah membersihkan jalan dan selokan dari lumpur di Kampung Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (19/2/2026).
“Saya imam desa di Kampung Bundar ini, Pak. Jadi kami ucapkan terima kasih banyak atas anak-anak Praja IPDN ini yang sudah membantu masyarakat kami,” ucap imam desa tersebut.
Ia bercerita, imbas bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu, jalanan kampung tidak bisa dilalui dan selokan air tidak berfungsi karena tertutup lumpur. Namun kini, jalanan sudah bisa dilalui dan selokan sudah bisa mengaliri air.
“Hari ini, orang-orang ini (Praja IPDN) luar biasa kerjanya. Insyaallah, semoga Allah balas semua kebaikan kalian. Amin,” ungkap imam desa tersebut.
Ia juga mendoakan agar Tito dan istrinya, Tri TIto Karnavian, yang juga hadir dalam peninjauan tersebut, selalu diberikan kesehatan.
“Semua (warga) juga (diberikan kesehatan), ya,” balas Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.
Imam desa itu juga berharap agar seluruh warga Kampung Bundar tetap diberikan kekuatan dan semangat untuk bangkit.
“Doain kami pak, mudah-mudahan warga kami ini tetap kuat, tetap semangat,” ucap imam desa tersebut.
“Harus kuat, harus kuat. Semangat terus,” balas Tito.
Dalam peninjauan ini, Tito Karnavian memberikan semangat kepada para Praja IPDN yang masih bertugas membersihkan kantor pemerintahan, rumah warga, hingga jalan umum, setelah diterjang bencana banjir dan longsor.
Pantauan Channel9.id di lokasi, Tito tiba di Kampung Bundar pada pukul 17.40 WIB. Kedatangan Tito langsung disambut Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, yang sudah tiba lebih dahulu.
Setelah berjabat tangan dan berbincang singkat dengan Armia Fahmi, Tito lantas menyapa sejumlah Praja IPDN yang tengah membersihkan jalanan umum dan gorong-gorong.
“Hebat, kalian. Semangat terus!” ujar Tito kepada Praja IPDN yang tengah bertugas.
“Siap!” sahut para Praja IPDN.
Beberapa Praja IPDN bahkan menarik perhatian Tito. Salah satunya praja dari Wamena, Papua, yang masuk ke dalam gorong-gorong untuk membersihkan lumpur.
“Asal dari mana?” tanya Tito.
“Siap, Wamena,” jawab Praja IPDN dengan wajah penuh lumpur itu.
Tito lantas menjabat tangan praja itu dan memberinya semangat.
Adapun para Praja IPDN ini mulai diterjunkan ke Aceh sejak 3 Januari 2026. Mereka ditugaskan untuk melakukan pembersihan, mulai dari kantor pemerintahan, rumah warga, jalan transportasi, hingga fasilitas umum.
Pembersihan ini merupakan bagian integral dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, dengan tujuan utama mengembalikan fungsi pelayanan publikkepada masyarakat.
Praja IPDN memainkan peran krusial dalam upaya pemulihan infrastruktur pemerintahan di Aceh Tamiang. Mereka bertanggung jawab atas pembersihan gedung-gedung yang terdampak bencana, memastikan lingkungan kerja kembali layak.
Fokus utama adalah menghilangkan lumpur, kotoran, dan barang-barang rusak yang mengganggu fungsi operasional.
Kegiatan pembersihan ini menjadi fondasi penting agar pelayanan publik dapat segera dilanjutkan tanpa hambatan. Dengan dukungan penuh dari Satgas Kemendagri, Praja IPDN bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai target pemulihan yang telah ditetapkan.
Proses pembersihan tidak hanya berfokus pada pengangkatan material berat, tetapi juga detail seperti pembersihan dinding, jendela, kaca, dan pengepelan lantai. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan kebersihan dan kenyamanan di setiap ruangan kantor yang telah selesai ditangani.
HT





