Rizky Nazar Ungkap Tantangan Perankan Gus Abyan di Serial ‘A dan Z: InsyaAllah Cinta’
Lifestyle & Sport

Rizky Nazar Ungkap Tantangan Perankan Gus Abyan di Serial ‘A dan Z: InsyaAllah Cinta’

Channel9.id-Jakarta. Rizky Nazar Ungkap Tantangan Perankan Gus Abyan di Serial ‘A dan Z: InsyaAllah Cinta’. Membintangi sebuah serial dengan karakter yang memiliki latar belakang agama yang kuat tentu ada tantangan tersendiri. Demikian dengan aktor Rizky Nazar dalam membintangi serial ‘A dan Z: InsyaAllah Cinta’.

Dalam serial tersebut, Rizky didapuk untuk memerankan Abyan, seorang anak pemilik pesantren yang dikenal dengan panggilan “Gus”. Peran ini menuntutnya untuk tidak hanya sekadar menghafal dialog, tetapi juga meresapi gestur, cara bicara, hingga cara bersikap yang mencerminkan nilai-nilai santun khas lingkungan pesantren.

Lelaki kelahiran Singaraja, Bali, 7 Maret 1996 ini mengakui bahwa ada beban moral dan tekanan yang ia rasakan sejak pertama kali menerima naskah ini, mengingat sosok “Gus” memiliki tempat yang dihormati di mata masyarakat.

Ketakutan terbesar Rizky adalah jika penampilannya terasa dipaksakan atau justru melenceng dari realita kehidupan seorang anak kyai. Ia sangat berhati-hati agar setiap gerak-gerik yang ia tampilkan di layar tidak terlihat berlebihan atau overacting.

Bagi Rizky, memerankan sosok religius adalah tentang menjaga keseimbangan antara kewibawaan dan kerendahan hati tanpa harus terlihat menggurui. Rizky menjelaskan bagaimana ia membatasi dirinya agar karakter Abyan tetap terasa manusiawi namun tetap taat pada prinsip agama yang dipegangnya.

“Iya, itu dia. Jadi, jangan sampe kelihatan terlalu gimana ya, terlalu over juga pembawaan agamanya. Terus gerak-geriknya juga dijaga biar sesuai sama karakter Abyan. Karena dia kan anak pesantren juga kan, jadi ya harus dijaga biar sesuai porsinya aja sih,” kata Rizky Nazar, beberapa waktu yang lalu.

Tekanan ini muncul karena Rizky menyadari bahwa audiens Indonesia sangat kritis terhadap representasi tokoh agama dalam film atau serial. Ia tidak ingin karakter Abyan terjebak dalam stereotip yang membosankan.

Oleh karena itu, ia berusaha menampilkan Abyan sebagai sosok yang stabil secara emosional, mampu menjadi pemimpin bagi istrinya, Zara, namun tetap memiliki sisi hangat sebagai pria yang sedang belajar mencintai dalam ikatan pernikahan.

Untuk menaklukkan rasa takutnya, Rizky Nazar melakukan proses observasi yang cukup mendalam. Ia banyak berdiskusi dengan sutradara, Key Mangunsong, mengenai bagaimana seorang anak pesantren bersosialisasi di dunia modern tanpa kehilangan identitasnya. Kehati-hatian ini juga mencakup aspek visual dan tata krama dalam beradegan.

Peraih penghargaan Infotainment Awards 2017 kategori Selebriti Pria Paling Memikat dan Indonesian Television Awars 2021 kategori Aktor Sinetron Terpopuler dengan akting menawan dalam sinetron ‘Bidadari Surgamu’ ini memastikan bahwa setiap interaksi fisik, terutama dengan lawan mainnya, dilakukan dengan penuh pertimbangan agar tetap sesuai dengan koridor karakter yang ia mainkan.

Rizky memahami bahwa memerankan Abyan berarti ia harus menjadi teladan di dalam cerita. Ia belajar bagaimana cara duduk, cara memandang lawan bicara, hingga nada suara yang tenang namun tegas. Ketelitian ini ia lakukan semata-mata untuk menghormati latar belakang karakter yang ia perankan. Ia ingin penonton percaya bahwa Abyan adalah sosok yang benar-benar tumbuh dalam didikan pesantren, bukan sekadar aktor yang sedang mengenakan baju koko dan peci.

Salah satu tantangan menarik lainnya adalah bagaimana Rizky harus membangun chemistry romantis dengan Laura Moane tanpa harus mencederai citra religius karakternya.

Menurut Rizky, romansa dalam serial ini dibangun melalui kesabaran dan perlakuan yang lembut, bukan melalui kontak fisik yang agresif. Hal ini justru memberikan warna baru dalam aktingnya, di mana ia harus menunjukkan rasa sayang melalui tatapan mata dan perhatian-perhatian kecil yang tulus.

Pendekatan ini ternyata membuat dinamika antara Abyan dan Zara menjadi lebih manis dan bikin “baper” penonton. Rizky merasa bahwa dengan menjaga porsi religiusnya tetap pada tempatnya, pesan tentang cinta karena Allah yang menjadi tema utama serial ini justru tersampaikan dengan lebih kuat.

Ia berharap keberhasilannya menjaga karakter Abyan dapat memberikan perspektif positif bagi penonton mengenai kehidupan di lingkungan pesantren yang juga bisa bersikap modern namun tetap berprinsip.

Serial ‘A dan Z: InsyaAllah Cinta’ merupakan hasil kolaborasi antara Vidio dan Screenplay Films yang mengadaptasi kisah populer dari Wattpad karya Erlis Kurniyanti. Cerita ini telah menjadi fenomena digital dengan lebih dari 29 juta pembaca, yang membuat kehadirannya di layar kaca sangat dinantikan. Serial ini berfokus pada perjalanan pernikahan antara Abyan dan Zara yang disatukan melalui sebuah amanah atau perjodohan setelah kepergian kakak Zara, Fara.

Disutradarai oleh Key Mangunsong, serial ini dirancang sebagai tontonan spesial untuk menemani masyarakat selama bulan Ramadan 2026. Dengan total 8 episode, ‘A dan Z: InsyaAllah Cinta’ menawarkan perpaduan genre romansa, religi, dan sedikit sentuhan komedi yang segar.

Serial ini tayang di Vidio mulai 19 Februari 2026.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

69  +    =  70