Channel9.id – Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) menjadi prioritas pemulihan warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Ia menyebut keterlibatan pemerintah daerah dalam penyediaan data penerima bantuan menjadi faktor utama agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera itu mengatakan, percepatan huntap penting untuk memberi kepastian tempat tinggal bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang. Ia menekankan ketepatan dan kelengkapan data dari Pemda menentukan kecepatan pelaksanaan di lapangan.
“Hunian tetap ini prosesnya melibatkan pemerintahan daerah, dan pasti saya akan kejar bupati semua, gubernur saya pasti akan kejar (penyiapan datanya),” kata Tito dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026), dilansir dari Antara.
“Yang menjadi kunci untuk huntap, karena Pak Bupati bilang, ‘Tolonglah bangunkan huntap secepat mungkin’. Kecepatan membangun huntap itu nomor satu adalah data dari Pemda. Ini harus ditanya satu per satu warga ini,” imbuhnya.
Selain hunian tetap, Tito juga menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung yang rusak akibat bencana. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum untuk pembangunan jembatan permanen dua jalur guna mendukung mobilitas warga dan distribusi logistik.
Menurut Tito, jalur tersebut merupakan akses penghubung Medan dengan Banda Aceh yang kerap dilintasi kendaraan bertonase besar sehingga membutuhkan konstruksi yang kuat. Pembangunan jembatan permanen direncanakan di sisi jembatan sementara yang sebelumnya roboh.
“Menteri PU saya udah kontak tadi dan juga petugas PU. Menteri PU sampaikan sama saya … tadi barusan setengah jam lalu kontak-kontakan, dia bangun jembatan (permanen) di sebelahnya jembatan sementara yang roboh itu,” kata Tito.
Di sisi lain, ia mengakui masih terdapat rumah warga yang terdampak lumpur serta sekitar 1.500 hektare sawah yang belum pulih. Pemerintah juga mempertimbangkan pembangunan sabo dam dan penguatan tanggul sebagai langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir susulan.
Melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah, Tito berharap percepatan pembangunan infrastruktur dan huntap dapat berjalan efektif. Ia menilai langkah tersebut penting agar pemulihan di Aceh, khususnya Pidie Jaya, berlangsung menyeluruh dan memberi kepastian bagi masyarakat terdampak.
HT





