Channel9.id, Jakarta. Jutaan jamaah umrah dari berbagai negara diperkirakan tertahan di Arab Saudi setelah sejumlah negara di Timur Tengah menutup wilayah udaranya menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Penutupan itu memicu gelombang pembatalan penerbangan, dengan lebih dari 20 maskapai menghentikan sementara rute ke dan dari kawasan tersebut.
Data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat 58.873 jamaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Raharjo, menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi regional secara intensif. Pemerintah juga berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mengantisipasi dampaknya terhadap jamaah Indonesia.
Gangguan penerbangan tidak hanya dialami jamaah Indonesia. Sejumlah jamaah asal Malaysia yang semula dijadwalkan pulang dengan Malaysia Airlines terpaksa mencari alternatif penerbangan setelah jadwal pengganti kembali berubah.
Salah satu jamaah, Mohd Nasarudin Kassim (57), mengatakan penerbangan MH159 dari Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz yang semula dijadwalkan berangkat pukul 21.30 waktu setempat dibatalkan dan diundur hingga Rabu.
“Saya membeli tiket Saudi Airlines dengan biaya sendiri untuk segera pulang, dan beberapa orang lain juga melakukan hal yang sama,” ujarnya, seperti dikutip dari Malay Mail, Senin (2/3).
Situasi serupa dialami atlet kriket Bangladesh, Mushfiqur Rahim. Ia tertahan di Jeddah ketika gangguan penerbangan meluas di kawasan Teluk. Rahim sedang dalam perjalanan kembali ke Bangladesh setelah menunaikan umrah saat ketegangan regional meningkat dan sejumlah negara menutup ruang udara mereka.
Merespons kondisi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau warga Indonesia menunda keberangkatan umrah dalam waktu dekat. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut imbauan itu sebagai langkah antisipatif demi keselamatan jamaah.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta, Minggu (1/3).
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan pembaruan informasi kepada masyarakat seiring dinamika yang terjadi di kawasan tersebut.





