Connect with us

Nasional

Cegah Covid-19, Ponpes Darul Ulum Jombang Lakukan Screening

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Peterongan, Jombang melakukan screening kesehatan terhadap ribuan santri. Upaya tersebut dilakukan untuk deteksi dini terhadap kemungkinan penularan Covid-19 di lingkungan pesantren.

Pengasuh Ponpes Darul Ulum, KH Zulfikar As’ad mengatakan, screening kesehatan dilakukan secara berkala. Seluruh santri diperiksa satu persatu, mulai dari cek suhu tubuh, tekanan darah, hingga ketajaman indera pembau.

“Ini untuk deteksi dini. Begitu ada santri yang terindikasi panas, batuk atau gejala Corona langsung kita tangani. Dari situ kita akan tahu apakah dia terpapar Covid-19 atau tidak. Melalui screening ini kami bisa mengambil tindakan cepat,” katanya, Minggu (18/10) sore.

Baca juga: Menjadi Klaster Penyebaran Covid-19, Ponpes Darussalam Dikarantina

Pasalnya, selama ini banyak kasus Covid-19 muncul tanpa gejala (OTG). Karena itu screening kesehatan tetap dilakukan meski secara fisik para santri dalam kondisi sehat.

“Semua antisipasi kami lakukan, termasuk screening secara berkala. Ini juga bagian dari komitmen kami sebagai pesantren tangguh,” ujarnya.

Zulfikar mengatakan, screening kesehatan merupakan program Dinas Kesehatan dan pondok-pondok yang berada di wilayah Jombang. Tujuannya untuk mencegah klaster baru penyebaran Covid-19 di pesantren.

Diketahui beberapa waktu lalu 70 santri dari beberapa pesantren di Jombang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka lantas dirawat dan diisolasi di Apartemen Mahasiswa Unipdu Jombang.

Saat ini mereka telah sembuh berdasarkan tes swab. Sedangkan enam pasien masih menjalani perawatan dan observasi.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Gubernur Anies: Kenaikan Kasus Covid-19 Dampak Dari Libur Panjang

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jika kenaikan kasus positif Covid-19 di ibu kota merupakan dampak dari pelaksanaan libur panjang beberapa hari yang lalu. Anies mengklaim, kasus harian Covid-19 di Jakarta sejatinya sempat menurun.

“Tapi ketika kita sudah mulai turun nih, tiba-tiba ada long weekend, kita tetap laksanakan. Konsekuensinya kita sekarang mulai menyaksikan kenaikan lagi peak-nya,” ujarnya dalam video YouTube Layanan Jakarta, Selasa (24/11).

Baca juga: Meski Terapkan PSBB, Kasus Corona DKI Melonjak Pesat

Menurut Anies. terjadi penurunan kasus Covid-19 di Jakarta saat Pemprov DKI menarik rem darurat pada pertengahan Oktober 2020.

Adapun ketersediaan tempat tidur pasien ICU di 98 rumah sakit rujukan, dijelaskan Anies saat ini 69 persen telah terisi.

“Kamar isolasi di rumah sakit terpakai sekitar 75 persen, dan tempat isolasi mandiri terpakai 53 persen,”imbuhnya.

Sebelumnya, pada Senin (23/11) Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan, terjadi lonjakan jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini.

Kenaikan kasus tersebut disebabkan masa libur panjang dan pelanggaran protokol kesehatan seperti kerumunan massa, terutama di daerah Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, Slipi, Tebet Timur, serta Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Bahkan di ibu kota negara mencapai kasus yang relatif lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Dua hari lalu mencapai 1.579 dan kemarin 1.300-an,” kata Doni.

Continue Reading

Nasional

Mahfud MD: Jumlah Pelanggaran Prokes di Pilkada Hanya 2,2 Persen dari 73.500 Kegiatan

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan, jumlah pelanggaran protokol kesehatan selama rangkaian persiapan Pilkada 2020 hanya sebanyak 2,2 persen.

“Ada pelanggaran protokol kesehatan, terjadi sebanyak 2,2 persen dari 73.500 event, itu pelanggarannya kira-kira 1.510 event,” kata Mahfud melalui kanal Youtube Kemenko Polhukam RI, Selasa (24/11).

Menurutnya, banyak dari pelanggaran tersebut adalah pelanggaran yang sifatnya kecil. Misalnya saja tidak mengenakan masker.

“Itu pun yang kecil-kecil, misalnya lupa pakai masker, jumlah di ruangan lebih banyak dan sebagainya,” kata Mahfud.

Baca juga: Pelanggar Prokes Hanya 2,2 Persen, KPU Pastikan Pilkada Aman dari Covid-19 

Mahfud menyampaikan, semua pelanggaran tersebut sudah diingatkan. Pun mereka semua patuh, sehingga tidak ada kasus pelanggaran besar.

Sebagian di antara para pelanggar juga mendapatkan pemidanaan. Pihaknya mencatat paling tidak ada 16 kasus tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan selama rangkaian persiapan Pilkada 2020.

“Yang ditindak pidana dan diproses pidana khusus untuk pilkada itu ada 16 tindak pidana yang sekarang ini dalam proses penyelidikan dan penyidikan dan sudah dalam proses peradilan juga,” ujarnya.

“Jadi jangan bilang bahwa tidak ada tindakan, semua sudah ditindak,” lanjut Mahfud.

(HY)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tokoh Otomotif Nasional Helmy Sungkar Wafat

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dunia otomotif Indonesia kehilangan putra terbaiknya. Salah satu tokoh otomotif nasional Helmy Sungkar meninggal dunia, Selasa (24/11) pagi sekitar pukul 06.10 WIB. Helmy berpulang pada usia 68 tahun di tempat tinggalnya, Bintaro.

Helmy Sungkar Alurmei nama lengkapnya, dikenal sebagai sosok yang gigih memajukan dunia otomotif Tanah Air, utamanya motorsport. Mantan pembalap nasional dan promotor olahraga otomotif ini menurunkan kecintaannya terhadap dunia otomotif menurun kepada putranya, Rifat Sungkar dan Rizal Sungkar.

Baca juga: Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung

Helmy rajin menggelar berbagai kejuaraan balap motor mulai dari road race, motocross hingga drag race.

Ia juga diketahui memiliki event organizer balap sendiri bernama Trendy Promo Mandira (TPM). Meski event motocross Indonesia tengah lesu, beliau tetap rajin menggelar acara balap dengan biaya sendiri tanpa sponsor.

Sebelumnya, Helmy Sungkar sempat dirawat selama satu bulan di rumah sakit akibat stroke. Diketahui, ia memang menderita sakit diabetes dan harus menjalani perawatan khusus.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC