Kuota haji umroh
Nasional

43.363 Jemaah Terjadwal Umrah, Pemerintah Minta Tunda Keberangkatan

Channel9.id, Jakarta. Sebanyak 43.363 calon jemaah dijadwalkan berangkat umrah hingga menjelang musim haji pada 18 April 2026. Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, pemerintah meminta mereka menunda keberangkatan. Meski begitu, otoritas tetap memantau dan menjamin keselamatan jemaah yang memilih tetap berangkat ke Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ichsan Marsha mengatakan puluhan ribu calon jemaah tersebut berasal dari 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Kami memastikan setiap PPIU menjalankan kewajibannya secara penuh, mulai dari pemberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga kepulangan jemaah. Tanggung jawab itu tidak boleh diabaikan,” ujar Ichsan di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia menegaskan PPIU harus menjamin keamanan dan kualitas layanan bagi jemaah. Pemerintah juga meminta biro perjalanan menjaga komunikasi intensif dengan para peserta umrah.

“Kami mengajak jemaah dan PPIU untuk saling memahami. Yang utama adalah memastikan seluruh jemaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan kepastian,” katanya.

Dari sisi pelindungan, pemerintah memastikan kehadiran negara bagi warga yang menghadapi kendala di luar negeri. Jemaah yang mengalami persoalan hukum, situasi darurat, atau hambatan lain di Arab Saudi maupun negara transit diminta segera menghubungi KBRI atau KJRI terdekat.

“Kami bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri agar setiap persoalan jemaah ditangani cepat dan tepat. Kami meminta seluruh jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan resmi,” ujar Ichsan.

Sebagai langkah kehati-hatian, Kemenhaj mengimbau jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan sampai situasi di kawasan kembali kondusif.

Di sisi lain, proses pemulangan jemaah yang telah menyelesaikan ibadah terus berjalan. Kemenhaj mencatat 6.047 jemaah sudah kembali ke Indonesia sejak eskalasi serangan antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.

Pada Sabtu (28/2/2026), sebanyak 4.200 jemaah tiba di Tanah Air melalui 12 penerbangan. Sehari kemudian, 2.047 jemaah pulang menggunakan lima penerbangan.

“Sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jemaah telah kembali ke Tanah Air dengan aman. Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jemaah dapat pulang secara bertahap dan tertib,” tutur Ichsan.

Ia menambahkan, pemerintah menangani situasi ini secara terukur dan terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan.

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak juga meminta calon jemaah menunda keberangkatan hingga kondisi keamanan membaik. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan kehati-hatian pemerintah di tengah dinamika konflik yang masih berlangsung.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil, Minggu (1/3/2026).

Hingga Senin (2/3/2026) petang, serangan antara pasukan AS–Israel dan Iran dilaporkan masih terjadi, meskipun sebelumnya jalur diplomasi sempat berjalan. Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus mencermati perkembangan kawasan sembari memprioritaskan keselamatan jemaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  69  =  74