Channel9.id, Jakarta. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan kepala daerah harus meningkatkan jumlah warga yang memiliki rumah layak huni. Ia menilai indikator itu menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan kepemimpinan di daerah. Karena itu, ia meminta kepala daerah mendukung Program Tiga Juta Rumah yang Presiden Prabowo Subianto canangkan.
Tito menyampaikan hal tersebut dalam Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Rumah Subsidi di Kantor Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3/2026).
Ia menegaskan kepala daerah tidak cukup mengelola administrasi. Mereka harus mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Ia menyebut penurunan kemiskinan dan stunting, kenaikan indeks pembangunan manusia, serta bertambahnya kepemilikan rumah sebagai indikator kinerja nyata.
“Kalau kepala daerah tidak bisa membuat rakyatnya punya rumah, itu gagal,” tegasnya.
Tito menyebut sektor perumahan masih menjadi tantangan nasional. Jutaan warga belum memiliki rumah atau masih tinggal di hunian tidak layak. Pemerintah pusat, katanya, terus mendorong percepatan pembangunan dan perbaikan rumah melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk dukungan perbankan dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menilai pembangunan perumahan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor perbankan, industri bahan bangunan, transportasi, hingga pelaku UMKM ikut bergerak ketika pembangunan meningkat.
Tito juga mengapresiasi Pemda yang membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menilai kebijakan itu menekan biaya dan membuat harga rumah lebih terjangkau.
Ia meminta Pemda di Kalbar mengoptimalkan pelaksanaan kebijakan tersebut. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata agar regulasi benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Selain itu, Tito mendorong Pemda mendukung program gentengisasi yang Presiden canangkan. Ia menilai kualitas dan estetika hunian penting, terutama bagi Singkawang sebagai kota wisata. Ia menyoroti dominasi atap seng dan meminta Pemda mendorong penggunaan genteng atau material yang lebih estetis.
“Buat program yang tidak hanya seng. Seng memang murah, tapi kurang asri,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan genteng dapat memperkuat daya tarik kota sekaligus membuka peluang bagi industri lokal. Ia meminta Pemda tidak hanya membangun rumah dalam jumlah banyak, tetapi juga menjaga kualitas visual kawasan permukiman.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, serta sejumlah pejabat terkait.





