Channel9.id, Pekanbaru. Kapoksi Komisi III DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Riau, Muhammad Rahul, menanggapi isu sumber pendanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan tudingan pemotongan dana pendidikan untuk membiayai program tersebut tidak benar.
Rahul menjelaskan pemerintah dan seluruh fraksi di DPR RI, termasuk Fraksi PDIP, menyusun dan menyepakati APBN melalui Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. DPR kemudian mengesahkan seluruh alokasi, baik anggaran pendidikan maupun MBG, dalam rapat paripurna sebelum menetapkannya sebagai Undang-Undang APBN.
“Penetapan anggaran pendidikan beserta rinciannya merupakan hasil musyawarah pemerintah dan seluruh fraksi di DPR. Tidak tepat jika ada narasi seolah-olah hanya satu pihak yang memutuskan,” tegas Rahul.
Ia menambahkan Presiden Prabowo Subianto menggagas MBG untuk memperkuat asupan gizi anak-anak sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.
Sebelumnya, politisi PDIP seperti Maria Yohana Esti Wijayanti dan Adian Napitupulu mempertanyakan sumber anggaran program tersebut. Namun, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah memastikan pemerintah tidak memangkas dana pendidikan untuk membiayai MBG.
Rahul menilai pihak tertentu tidak perlu mempolitisasi isu ini karena berpotensi memicu keresahan publik. Ia mengajak semua pihak mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran, transparan, dan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak Indonesia.
“Kalau program ini untuk rakyat, mari kita kawal bersama. Jangan bangun narasi yang membuat masyarakat ragu,” ujarnya.
Rahul juga mendorong pemerintah melibatkan pelaku usaha lokal dalam pelaksanaan MBG agar program ini turut menggerakkan perekonomian daerah.
Sebagai Kapoksi Komisi III DPR RI dan Ketua DPD Gerindra Riau, ia menegaskan komitmennya menjaga akurasi informasi publik dan memastikan setiap kebijakan negara berpihak pada kepentingan rakyat.





