Nasional

DPR Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi Digital, Lawan Kejahatan Siber

channel9.id – Gresik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, masyarakat dituntut tidak hanya mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman yang cukup tentang literasi digital dan keamanan siber. Hal ini disampaikan oleh H. Khilmi, Anggota DPR RI dari Dapil X Lamongan-Gresik, dalam acara Sosialisasi Literasi Digital dan Keamanan Cyber yang digelar di Gresik, Kamis (6/3/2025).

Kegiatan yang merupakan hasil kerjasama antara Telkom dan Yayasan Asikin Najah Sentosa ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut para tokoh masyarakat, pelaku usaha kecil menengah, serta generasi muda yang antusias mengikuti pemaparan mengenai pemanfaatan teknologi secara bijak dan aman.

Dalam sambutannya, H. Khilmi yang juga anggota Komisi VI DPR RI menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi di era sekarang. “Di era digital ini, kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang sifatnya positif dan mendukung produktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing,” ujarnya di hadapan para peserta.

Politisi yang dikenal dekat dengan konstituennya ini menjelaskan bahwa teknologi digital membawa manfaat luar biasa bagi kehidupan manusia, terutama dalam sektor ekonomi dan kewirausahaan. Menurutnya, kemudahan akses informasi melalui smartphone menjadi modal berharga bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.

“Bagi yang punya usaha, teknologi digital bisa dimanfaatkan untuk memasarkan produk, mengembangkan pasar, bahkan mengetahui perkembangan harga-harga komoditas cukup dari smartphone kita. Ini sangat memudahkan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya,” jelas pria yang kerap menyuarakan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini.

Meski menyadari besarnya manfaat teknologi digital, H. Khilmi juga mengingatkan bahwa ruang digital saat ini tidak luput dari berbagai konten negatif yang berpotensi meresahkan masyarakat. Ia menyoroti maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten provokatif yang memenuhi lini masa media sosial maupun platform digital lainnya.

“Ruang digital saat ini juga sangat marak dipenuhi hal-hal negatif. Mulai dari penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, konten provokatif, hingga berbagai bentuk kejahatan siber lainnya. Ini menjadi tantangan bersama yang harus kita hadapi dengan bijak,” tambahnya.

Menurut H. Khilmi, literasi digital tidak cukup hanya diartikan sebagai kemampuan mengoperasikan smartphone atau perangkat digital lainnya. Lebih dari itu, literasi digital mencakup kecakapan dalam memilah dan memilih informasi, serta kemampuan membedakan mana informasi yang valid dan mana yang merupakan hoaks.

“Literasi digital ini tidak hanya pintar menggunakan smartphone, tetapi juga cakap dalam memanfaatkannya. Masyarakat harus bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang hoaks, mana konten yang mendidik dan mana yang justru merusak. Bisa menyaring dan tidak asal menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegas Khilmi.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian berbagai pihak terhadap pentingnya pemahaman masyarakat tentang keamanan siber. Telkom sebagai perusahaan teknologi informasi turut memberikan materi mengenai cara mengamankan data pribadi, mengenali modus penipuan digital, serta langkah-langkah antisipasi terhadap serangan siber.

Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi, terutama saat praktik mengenali situs dan aplikasi palsu yang kerap digunakan untuk menjebak korban kejahatan siber. Beberapa peserta juga aktif bertanya mengenai cara melaporkan konten negatif dan langkah yang harus dilakukan ketika menjadi korban kejahatan digital.

Di akhir acara, H. Khilmi berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan di berbagai wilayah, terutama di daerah pemilihannya, Lamongan dan Gresik. Menurutnya, masyarakat yang melek digital akan lebih siap menghadapi tantangan zaman sekaligus mampu melindungi diri dari dampak negatif perkembangan teknologi.

“Dengan pemahaman literasi digital yang baik, saya yakin masyarakat kita akan semakin cerdas dalam memanfaatkan teknologi, produktif dalam berkarya, dan terhindar dari jerat kejahatan siber. Mari kita jadikan ruang digital sebagai tempat yang sehat, produktif, dan bermanfaat bagi kemajuan bersama,” pungkasnya.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

87  +    =  93