Baznas
Nasional

Pengurus Baru BAZNAS Dilantik, Pemerintah Dorong Tata Kelola Zakat Lebih Profesional

Channel9.id, Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang penetapan anggota Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kepada Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni. Penyerahan tersebut menandai penunjukan Fatoni sebagai anggota BAZNAS untuk masa bakti 2026–2031.

Nasaruddin berharap pimpinan dan anggota BAZNAS yang baru mampu memperkuat pengelolaan zakat nasional secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Ia menilai potensi zakat di Indonesia sangat besar sehingga perlu pengelolaan yang optimal agar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“BAZNAS memiliki peran strategis dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Karena itu diperlukan figur yang memiliki integritas dan kapasitas dalam tata kelola keuangan,” kata Nasaruddin di Ruang Pelantikan Lantai 2 Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Komitmen Perkuat Pengelolaan Zakat

Fatoni menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan memperkuat tata kelola lembaga serta meningkatkan efektivitas penghimpunan dan penyaluran zakat.

“Ini merupakan amanah besar. Kami akan terus mendorong transparansi, akuntabilitas, serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar pengelolaan zakat semakin berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Susunan Pimpinan BAZNAS

Pimpinan BAZNAS periode 2026–2031 berasal dari unsur masyarakat dan unsur pemerintah.

Dari unsur masyarakat yaitu Dikdik Sodik Mudjahid, Zainut Tauhid Sa’adi, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, dan Neyla Saida Anwar.

Sementara dari unsur pemerintah yaitu Abu Rokhmad, Agus Fatoni, dan Mochamad Agus Rofiudin.

Fatoni saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah di Kemendagri. Ia memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan keuangan publik dan tata kelola pemerintahan daerah.

Saat menempuh pendidikan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), Fatoni pernah memimpin Senat Mahasiswa pada 1998 dan meraih predikat Mahasiswa Teladan pada 1999.

Kariernya di pemerintahan juga mencakup sejumlah posisi strategis. Pemerintah pernah menugaskannya sebagai Penjabat Gubernur di beberapa provinsi, yaitu Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Papua.

Berbagai Penghargaan

Selama menjalankan tugasnya, Fatoni meraih berbagai penghargaan di bidang kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan. Kemendagri bersama Tempo Media Group menetapkannya sebagai Pj Gubernur Terbaik pada 30 Agustus 2024.

Ia memenangkan dua kategori sekaligus, yaitu total kinerja terbaik dan kinerja terbaik bidang ekonomi daerah. BAZNAS juga memberikan penghargaan kepadanya atas dukungan terhadap program BAZNAS di Papua.

Selain itu, Fatoni meraih penghargaan Excellence in Regional Financial Governance 2026 dalam ajang Indonesia Top Achievements of The Year (ITAY) 2026 serta CNN Indonesia Awards 2024 kategori Most Inspiring Leader.

Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meraih penghargaan Best Social Engagement dan Leading Public Infrastructure Management pada 9 Agustus 2024. Ia juga menerima penghargaan Pin Emas dari Kapolri pada 2023 dan 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  65  =  74