Connect with us

Hot Topic

Kapolri Juga Copot Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Kapolres Bogor

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto dan Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy dimutasi dari jabatannya. Heru dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya pada Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri. Jabatan Heru akan digantikan oleh Kombes Hengki Haryadi yang kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Sementara itu, Roland Ronaldy digantikan oleh AKBP Harun yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Lamongan. Roland diangkat sebagai Wadir Reskrimsus Polda Jabar.

Baca juga: Tidak Tegakkan Protokol Kesehatan, Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Dimutasi

Mutasi keduanya dilakukan bersamaan dengan pergantian Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi. Keduanya dicopot karena dianggap lalai dalam hal melaksanakan protokol kesehatan. Nana akan digantikan oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil Imran.

“Kemudian penggantinya (Rudy) adalah Irjen Pol Drs Ahmad Dofiri sebagai Kapolda Jawa Barat,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/11).

Nana akan menduduki jabatan baru sebagai Korsahli Kapolri, sedangkan Rudy akan menjadi Widyaiswara Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri..

Argo menyampaikan, instruksi itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/3222/XI/KEP/2020 tanggal 16 November 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. Telegram diteken Asisten SDM Polri atas nama Kapolri, Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Polri: Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat Adalah Propaganda

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, deklarasi kemerdekaan Papua Barat yang diprakarsai Benny Wenda pada Desember 2020, adalah propaganda.

Awi memastikan, kondisi keamanan dan ketertiban saat ini masyarakat Papua relatif normal.

“Benny Wenda itu sekarang di mana? di Inggris kan. Jadi yang menjadi pertanyaan apakah mungkin dia melakukan hal tersebut di Indonesia? dia di luar negeri,” kata Awi, Selasa (2/12).

Baca juga: Kapolri Ungkap Aktor Kerusuhan Papua dan Papua Barat 

Awi pun mengimbau kepada mayarakat, terutama yang ada di Papua maupun Papua Barat tidak terprovokasi atas peritiwa tersebut.

Papua, kata Awi, masih dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sampi saat ini Papua maupun Papua Barat masih sah di bawah NKRI. Dan hal ini sudah final tidak ditawar-tawar lagi,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Ricuh di Petamburan, Jurnalis dan Polisi Diusir Laskar FPI

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sejumlah penyidik Polda Metro Jaya dan jurnalis yang meliput dibanjiri umpatan dan kecaman massa dan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) saat berupaya menyambangi Rizieq Shihab, Selasa (2/12).

Penyidik Polda Metro Jaya diketahui melayangkan surat panggilan kedua usai Imam Besar FPI tersebut menolak untuk diperiksa sehari sebelumnya. Penyidik tiba di Gang Paksi, Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat sekira pukul 13.00 WIB.

Mereka lagi-lagi mendapat halangan Laskar FPI yang berjaga di lokasi. Pihak Laskar meminta aparat menunggu terlebih dahulu sembari melakukan koordinasi dengan keluarga Rizieq.

Baca juga: Antar Surat Pemanggilan Rizieq, Polisi Kembali Dihadang Laskar FPI 

Selama 45 menit waktu berjalan, penyidik tak kunjung berhasil menemui keluarga Rizieq untuk menyerahkan surat panggilan. Negosiasi berjalan alot. Tangisan hingga umpatan tak henti-hentinya mengiringi proses tersebut.

Aparat sesekali melakukan negosiasi kepada laskar yang menjaga. Namun tak menemui titik terang. “Kami hanya mau mengantarkan surat panggilan saja. Usai itu kami pulang,” kata salah satu penyidik Polda Metro Jaya, Kompol Fadillah.

Namun, pihak perwakilan laskar meminta polisi meninggalkan lokasi sementara waktu sambil menunggu konfirmasi dari pihak pengacara. Situasi di lokasi massa terus menyemut.

Massa nampak memprovokasi polisi. Mereka memberikan umpatan dan sindiran terkait kedatangan aparat. Tak lama, aparat memilih meninggalkan lokasi.

Tapi, warga dan sejumlah orang tak dikenal diduga laskar tetap melemparkan umpatan kepada aparat. Mereka juga mengintimidasi wartawan yang meliput.

“Polisi bang**t balik kanan sana lu, wartawan udah, matiin kamera jangan meliput,” kata sejumlah massa di lokasi.

Situasi makin memanas, massa yang meneriaki polisi dan melarang wartawan terus mengikuti hingga Jalan Raya KS Tubun. Wartawan tetap pada tugasnya coba mengorek apa yang terjadi kepada aparat.

Namun, tiba-tiba massa sempat berselisih dengan sejumlah wartawan. Massa kemudian mengejar-ngejar wartawan.

Tercatat wartawan yang mendapat intimidasi yakni wartawan media Okezone.com, CNN Indonesia.com, dan Kontributor TV One.

Sejumlah wartawan berusaha menyelamatkan diri. Beberapa kendaraan awak media masih tertahan di Petamburan.

Rizieq Shihab telah dipanggil Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (14/11). Semestinya Rizieq diperiksa pada Senin (1/12), tapi dirinya tak memenuhi panggilan tersebut. Atas ketidakhadiran tersebut polisi kembali melayangkan surat panggilan kedua hari ini.

Selain Rizieq, Polda Metro Jaya juga memanggil sejumlah orang terkait kerumunan itu. Di antaranya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Lurah Petamburan Setianto.

IG & DW

Continue Reading

Hot Topic

Polri Jelaskan Kronologi Pengepungan Rumah Ibunda Mahfud MD

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ratusan warga mengepung rumah Menko Polhukam Mahfud MD, di Kelurahan Bugih, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (1/12).

Massa yang mengatasnamakan diri Pecinta Habib itu menolak pemanggilan Rizieq Shihab oleh polisi terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, ada sekitar 100 orang yang datang ke rumah ibunda Mahfud MD itu.

Awi menjelaskan, massa yang tiba di kediaman rumah ibunda Mahfud MD sebelumnya melakukan audiensi di Polres Pamekasan. Namun ternyata, di Polres, ada sekitar tiga kelompok dengan total 600 orang.

“Jadi memang tidak ada pemberitahuan, yang ada mereka sebenarnya infonya akan melaksanakan audiensi ke Polres ternyata mereka bawa massa,” kata Awi, Rabu (2/12).

Usai melakukan demo, massa membubarkan diri. Namun, satu kelompok yang berjumlah 100 orang datang menuju rumah Mahfud MD.

“Selepas demo, massa membubarkan diri. Namun satu kelompok massa yang berjumlah 100 orang datang menuju kediaman ibunda Mahfud MD di Pamekasan,” kata Awi.

Awi menyatakan, Polda Jawa Timur saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut.

“Terkait dengan kejadian itu, yang pertama, Polda Jawa Timur telah mengambil langkah-langkah untuk melakukan penyelidikan awal, mengumpulkan data, termasuk melakukan klarifikasi ke beberapa orang, khususnya yang dilaksanakan Polres Pamekasan,” sebutnya.

Untuk menjaga kondisi sekitar, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta sudah bertemu para tokoh masyarakat di Madura.

“Kemudian hari ini Kapolda Jawa Timur sedang melaksanakan pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Madura di Mapolda. Karena memang sebenarnya ini sudah terjadwal sehingga dengan kegiatan ini sekalian mencari pokok permasalahan di sana sehingga ke depan Madura bisa dalam keadaan kondusif,” kata Awi.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC