Internasional

AS Ajukan Proposal 15 Poin ke Iran untuk Akhiri Perang, Ini Isinya

Channel9.id – Jakarta. Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengirimkan proposal diplomatik berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya mengakhiri konflik bersenjata yang sedang berlangsung. Proposal tersebut mencakup pembatasan ketat terhadap program nuklir dan rudal balistik Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Melansir The New York Times, dua pejabat AS yang mengabarkan rencana 15 poin secara anonim itu menyebutkan proposal itu disampaikan melalui Pakistan yang menawarkan diri sebagai mediator.

Namun, The New York Times menyebut belum ada respons dari Iran terkait proposal tersebut. Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS juga belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Sementara itu, Media Israel, Channel 12, melaporkan bahwa AS dan Iran direncanakan akan menyepakati gencatan senjata selama satu bulan. Masa gencatan senjata itu akan digunakan kedua negara untuk melakukan negosiasi lanjutan berdasarkan proposal yang telah diajukan.

Dikutip dari AFP, Rabu (25/3/2026), salah satu poin utama dalam rencana tersebut adalah penghentian pengayaan uranium di wilayah Iran. Iran juga diminta menyerahkan seluruh material uranium yang telah diperkaya karena dinilai berpotensi dikembangkan menjadi senjata nuklir.

Selain itu, Iran diminta membuka akses tanpa hambatan di Selat Hormuz yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Blokade parsial yang sebelumnya dilakukan Iran dilaporkan telah memicu lonjakan harga energi global.

The Guardian, mengutip Agence France-Presse, melaporkan harga minyak mentah Brent turun 5,92 persen menjadi US$98,30 per barel pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 00.30 GMT. Sementara minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), melemah 5,01 persen ke US$87,72 per barel.

Sebagai imbalannya, Iran disebut akan mendapatkan penghapusan seluruh sanksi yang selama ini dikenakan. Iran juga akan menerima bantuan dalam pengembangan energi nuklir sipil, termasuk di fasilitas Bushehr, salah satu lokasi penting yang sebelumnya dituduhkan Iran menjadi target serangan Israel.

Presiden AS Donald Trump pada Senin lalu mengumumkan penundaan serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama 5 hari. Alasannya, AS sedang melakukan pembicaraan dengan Iran dan berjalan sangat baik dan produktif.

Sementara itu para pejabat Iran membantah melakukan negosiasi langsung dengan AS, namun membenarkan telah membuka komunikasi tidak langsung melalui beberapa negara sahabat.

HT

Tagged

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

27  +    =  34