Nasional

Mendagri Ungkap Skema WFH 1 Hari Sepekan Tinggal Tunggu Arahan Presiden

Channel9.id – Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan sejumlah menteri telah menyepakati wacana bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sehari dalam sepekan sebagai upaya penghematan BBM. Kebijakan itu kini tinggal menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto untuk diberlakukan.

Tito menyebut kesepakatan itu diambil dalam rapat yang melibatkan Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya. Rapat itu membahas kajian langkah-langkah pemerintah dalam menghadapi kenaikan harga minyak dunia imbas konflik Timur Tengah.

“Yang saya dengar itu adalah satu hari selama seminggu. Tapi hari apa yang akan diambil, biar nanti yang memutuskan, nantikan hasil rapat kemarin akan dilaporkan ke Presiden,” kata Tito usai konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang Pendidikan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Tito menyebutkan, dalam rapat yang dilakukan sebelumnya, para menteri terkait sudah mengarah kepada satu hari yang sama untuk melakukan WFH. Namun, ia enggan menyebut hari yang telah disepakati tersebut dan meminta untuk menunggu pengumuman resmi.

“Karena itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke Bapak Presiden. Setelah ada arahan Presiden nanti diumumkan resmi,” kata Tito.

Di sisi lain, ia memastikan akan melakukan sosialisasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan layanan penting akan tetap berjalan jika wacana WFH terus terimplementasi.

Tito menegaskan pemberlakuan WFH satu hari per pekan tersebut bukan hal baru yang pernah diterapkan pemerintah. Ia mengungkit skema itu pernah dilakukan saat pandemi Covid-19, di mana saat itu hanya 25 persen pegawai Kemendagri yang bekerja di kantor.

“Nggak masalah kalau saya. Saya yakin nggak akan masalah, karena ini bukan pengalaman pertama ini. Ini pada waktu jaman Covid itu kan WFH bahkan sempat hanya WFO-nya hanya 25 persen. Kemendagri itu 25 persen, WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, kita punya pengalaman,” jelasnya.

Wacana WFH ini bersamaan dengan konflik antara AS-Israel dengan Iran yang berakibat pada ditutupnya Selatan Hormuz yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.

Pemerintah pun mengkaji berbagai opsi dalam rangka melakukan penghematan penggunaan energi di tengah konflik tersebut. Sejumlah negara telah melakukan langkah serupa terlebih dulu. Salah satunya Filipina yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan WFH satu hari dalam sepekan.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8  +  2  =