Prajurit TNI gugur di Lebanon
Nasional

SETARA Kecam Serangan ke TNI di Lebanon: Pelanggaran Serius!

Channel9.id-Jakarta. SETARA Institute mengecam keras serangan militer Israel terhadap pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI. Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Ketiga prajurit yang gugur merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu M. Nur Ichwan.

SETARA menyampaikan duka cita mendalam serta simpati kepada prajurit lain yang mengalami luka berat.

“SETARA Institute menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Indonesia,” demikian pernyataan tertulis SETARA, Selasa (1/4/2026).

Dalam keterangannya, SETARA menegaskan serangan tersebut melanggar prinsip perlindungan personel penjaga perdamaian sebagaimana diatur dalam Konvensi Jenewa 1949 dan bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

“Aksi militer Israel tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, melemahkan pelaksanaan mandat dalam misi UNIFIL, dan mengganggu upaya menjaga stabilitas dan perdamaian,” tegas SETARA.

SETARA juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah tegas, termasuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan.

“PBB harus menjamin ketidakberulangan dengan menjaga keamanan personel penjaga perdamaian, memberikan perlindungan penuh, serta mengecam keras dan memberikan sanksi terhadap pelanggaran serius,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, pemerintah Indonesia dan TNI didorong memperkuat mekanisme perlindungan personel di wilayah konflik berisiko tinggi.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum bagi Pemerintah dan TNI untuk memperkuat mekanisme perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian,” ujar SETARA.

Langkah yang didorong meliputi peninjauan aturan pelibatan (rules of engagement), penguatan mitigasi risiko, serta kesiapan evakuasi darurat.

SETARA menegaskan, keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama dalam setiap misi perdamaian.

“Keamanan dan keselamatan personel kita harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap misi perdamaian,” tutupnya.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: PBB dan Indonesia Kutuk Keras, DPR Desak Tarik Pasukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5  +  5  =