‘Autopsy: Dead Body Can Talk’, Film Forensik Pertama di Indonesia tentang Kematian Misterius
Lifestyle & Sport

‘Autopsy: Dead Body Can Talk’, Film Forensik Pertama di Indonesia tentang Kematian Misterius

Channel9.id-Jakarta. Bertepatan momentum perayaan Hari Film Indonesia, industri film Tanah Air kehadiran proyek layar lebar spesial yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya. Sebuah film yang mencoba menjawab pertanyaan mendasar mengenai kebenaran di balik kematian yang misterius, dengan judul ‘Autopsy: Dead Body Can Talk’.

Film ini hadir sebagai warna baru dalam mengangkat dunia forensik sebagai pusat narasi. Penonton nantinya akan diajak masuk ke dalam sebuah ruang autopsi yang sunyi namun penuh dengan misteri yang menunggu untuk segera dipecahkan.

“Autopsy adalah perjalanan menembus batas antara hidup dan mati, di mana tubuh menjadi saksi terakhir dari kebenaran yang tak bisa dikubur,” ujar Ozan Ruz selaku sutradara, kepada wartawan, beberapa waktu yang lalu.

Film ini terinspirasi dari praktik di dunia forensik melalui kacamata seorang Brigadir Jenderal Polisi Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM. Pendekatan film ini dibangun melalui riset mendalam untuk menghadirkan proses autopsi secara profesional, etis, dan berbasis sains.

Lewat visual yang mencekam, setiap bekas luka pada tubuh jenazah akan dipandang sebagai potongan teka-teki yang sangat penting. Setiap detail menjadi petunjuk dan setiap tubuh berpotensi mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi.

Visual Intim, Atmosfer Menekan

“Melalui visual yang intim dan atmosfer yang menekan, film ini mengajak penonton menyelami perjalanan Dr. Sumy Hastry dalam merangkai kebenaran hingga menyadari bahwa kebenaran selalu menemukan jalannya, dengan cara yang tak terduga,” bebernya.

Film yang diproduseri Fariz Stanzah dan Marsa Moesa ini tak sekadar menjual rasa takut, melainkan mengusung genre thriller investigatif yang menonjolkan kecerdasan logika dalam bekerja.

Melalui film ini, Ozan ingin mengubah stigma masyarakat terhadap proses pembedahan mayat yang selama ini dianggap menyeramkan.

Diproduksi Rumah Produksi Karya Kreatif Utama, proyek ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya sinema yang tidak hanya kuat secara cerita, tetapi juga memiliki relevansi sosial dan edukatif.

Lebih dari itu, film ini berbicara tentang nilai kemanusiaan dan perjuangan untuk membela mereka yang telah tiada.

Penonton akan menyadari bahwa kebenaran tetap bisa terungkap meskipun seseorang telah berusaha menutupinya dengan sangat rapat.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  17  =  23