Channel9.id – Jakarta. Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan alasan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Rosan mengungkapkan, penunjukan Luke Thomas sebagai pucuk pimpinan PT DSI didasarkan pada banyak pertimbangan. Salah satunya karena mantan Direktur PT Vale Indonesia itu dianggap memiliki rekam jejak yang baik.
“Kami kan banyak pertimbangan juga, ini kan kita jadi track record-nya juga. Dia sangat memahami juga pengalaman sebelumnya di perusahaan multinasional, di Vale,“ kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Selain itu, Rosan menilai Luke Thomas mampu berbahasa Indonesia dengan fasih meskipun berkewarganegaraan Australia.
“Ia pun bisa bahasa Indonesia juga, dan memang istrinya orang Indonesia,“ tutur Rosan.
Di samping itu, Rosan mengatakan pertimbangan utamanya adalah karena Luke Thomas memiliki pengalaman kuat di sektor pengelolaan hasil tambang dan mineral. Rosan juga menilai Luke Thomas memiliki jaringan dan kinerja yang baik selama di Danantara.
“Yang paling penting pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, pimpinan di banyak perusahaan mineral, dan network-nya juga baik, yang penting juga kita lihat kemarin di Danantara kerjanya juga sangat, sangat baik,“ ujar Rosan.
Penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI sehubungan dengan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam peraturan itu, ditegaskan bahwa PT DSI menjadi satu-satunya eksportir tunggal untuk sejumlah komoditas SDA strategis seperti kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy.
Luke Thomas merupakan warga negara Australia yang pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia Tbk. pada Juli 2024 hingga September 2025. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PT DSI, dia menjabat sebagai Senior Executive Vice President Business Performance & Optimization Danantara sejak September 2025.
HT





