inflasi
Ekbis

Inflasi Turun ke 3,48 Persen, Mendagri Ingatkan Daerah Tetap Waspada

Channel9.id, Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan inflasi nasional turun menjadi 3,48 persen. Angka itu masih berada dalam target pemerintah. Meski begitu, ia meminta pemerintah daerah (pemda) tetap waspada.

Tito menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi. Forum ini juga membahas Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan. Rapat berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (6/4/2026).

“Kita bersyukur karena inflasi kita terjaga. Angkanya turun ke 3,48 persen dan masih dalam target di bawah 3,5 persen. Tapi jangan kita berpuas diri,” ujarnya.

Fokus pada Inflasi Bulanan

Tito menilai kondisi inflasi belum merata di seluruh daerah. Karena itu, ia meminta pemda tidak hanya melihat inflasi tahunan (year on year). Ia menekankan pentingnya memantau inflasi bulanan (month to month).

Menurutnya, inflasi bulanan lebih mencerminkan tren terkini. Data ini membantu pemerintah membaca pergerakan harga secara cepat.

“Yang lebih utama adalah month to month. Pergerakan dari Februari ke Maret lebih menggambarkan tren dibandingkan data tahunan,” jelasnya.

Daerah Diminta Bergerak Cepat

Tito juga menyoroti sejumlah daerah yang masih mengalami tekanan inflasi bulanan. Ia meminta kepala daerah segera bertindak.

“Kepala daerah agar menggelar rapat TPID. Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, NTB, Kaltim, Papua, Sulsel, Jawa Tengah, Kaltara, Bali tidak boleh diam. Harus segera bergerak,” tegasnya.

Ia menyebut tiga faktor utama memicu inflasi. Faktor tersebut meliputi keterbatasan pasokan, lonjakan permintaan, dan hambatan distribusi.

Ia meminta pemda segera mengidentifikasi masalah di lapangan. Pemda juga perlu berkoordinasi dengan distributor. Selain itu, pemda harus mengawasi potensi penimbunan.

Tito turut menyoroti harga pangan strategis. Ia menyebut harga daging ayam ras dan telur ayam ras mulai turun. Namun, harga masih tinggi di banyak daerah.

“Daging ayam ras sudah [terjadi] penurunan tapi masih cukup tinggi [di] 148 daerah. Telur ayam ras juga menurun dari 256 daerah, tapi masih di 145 daerah terjadi kenaikan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

38  +    =  46