Channel9.id, Jakarta. Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan setelah konflik yang melibatkan Israel sejak 28 Februari 2026. Kesepakatan tersebut diharapkan meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa kedua pihak telah menyetujui penghentian sementara aksi militer. Ia juga memastikan bahwa jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz akan kembali dibuka dan dijaga keamanannya.
Dilansir Antara, Kamis (8/4) pengumuman tersebut langsung memengaruhi pasar energi global. Harga minyak dunia tercatat mengalami koreksi tajam pada perdagangan Rabu pagi, seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.
Minyak mentah Brent untuk kontrak Juni turun sekitar 12,6 persen menjadi US$91,92 per barel, sekaligus menandai penurunan ke bawah level US$92 untuk pertama kalinya sejak akhir Maret. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Mei terkoreksi lebih dalam, yakni sekitar 16,6 persen menjadi US$94,10 per barel.
Penurunan harga tersebut mencerminkan respons pasar terhadap potensi normalisasi distribusi energi global, terutama setelah adanya jaminan keamanan di Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan minyak dunia.
Kesepakatan ini dinilai menjadi faktor kunci yang meredakan tekanan di pasar komoditas energi, meskipun pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan lanjutan dari implementasi gencatan senjata dalam dua pekan ke depan.





