Dubes Kartini Buka Paviliun Indonesia
Internasional

UMKM Indonesia Tembus Jepang, Mycotech Lab hingga Popsiklus Borong Penghargaan

Channel9.id-Tokyo. Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Nurmala Kartini Sjahrir membuka Paviliun Indonesia dalam ajang Fashion World Tokyo 2026 yang digelar pada 8-10 April 2026.

Paviliun Indonesia tersebut diinisiasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, serta didukung KBRI Tokyo dan Kementerian Perdagangan.

Dalam ajang ini, tiga UMKM Indonesia yakni Mycotech Lab, BOOLAO, dan Popsiklus tampil membawa konsep fesyen berkelanjutan dengan tema sustainable, upcycled, dan recycled.

Kehadiran mereka tak hanya memperkenalkan inovasi produk ramah lingkungan, tetapi juga menegaskan komitmen Indonesia dalam industri fesyen berkelanjutan di pasar global.

Prestasi membanggakan pun diraih. Mycotech Lab dan Popsiklus sukses meraih Good Design Award Jepang.

“Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan desain, tetapi juga mencerminkan penerimaan pasar Jepang terhadap produk Indonesia,” ujar Dubes Kartini.

Ia menegaskan, keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar dan memperkuat posisi UMKM di Jepang.

“Kehadiran kita mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk terus memperluas akses pasar dan memperkuat posisi produk UMKM Indonesia di Jepang,” katanya.

Menurutnya, pasar Jepang yang dikenal sangat selektif justru menjadi peluang besar. Konsumen Jepang dinilai mengutamakan kualitas, detail, serta nilai di balik sebuah produk—hal yang kini mampu dipenuhi pelaku UMKM Indonesia.

Ke depan, KBRI Tokyo berkomitmen terus mendorong promosi produk UMKM, khususnya yang berbasis keberlanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari partisipasi pameran internasional, pop-up store, hingga kolaborasi dengan komunitas fesyen di Jepang.

Sebagai informasi, Jepang merupakan salah satu pasar fesyen terbesar di dunia dengan nilai mencapai sekitar USD 72 miliar pada 2025. Sementara pasar fesyen berkelanjutan diperkirakan menyentuh USD 260 juta.

Selain itu, Jepang juga tercatat sebagai importir produk fesyen terbesar ketiga di dunia dengan nilai impor sekitar USD 29 miliar. Produk impor bahkan menguasai sekitar 68 persen pasar apparel domestik Jepang.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi produk internasional, termasuk dari Indonesia, untuk terus berkembang di Negeri Sakura.

Baca juga: KBRI Tokyo Dorong Penguatan Kapasitas Petani Muda Indonesia melalui Program Pelatihan di Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  17  =  21