Channel9.id – Jakarta. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut berdampak pada peningkatan pendapatan petani di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Permintaan komoditas sayuran yang meningkat dari dapur program tersebut turut mendorong stabilitas harga di tingkat petani.
Petani di Dukuh Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo mulai merasakan perubahan setelah hasil panen mereka tidak hanya bergantung pada pasar tradisional dan tengkulak. Hasil panen kini juga diserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari rantai pasok program MBG.
Agus Irawan, petani setempat, mengatakan permintaan sayur-mayur meningkat sejak adanya program tersebut. Komoditas seperti tomat, brokoli, sawi putih, selada, dan cabai menjadi lebih banyak terserap.
“Permintaan tidak hanya dari tengkulak maupun pedagang sayur pada umumnya, tapi juga diserap oleh program MBG,” kata Agus.
Ia menyebut kenaikan harga komoditas berkisar antara 40 hingga 60 persen tergantung jenis sayuran. Kondisi tersebut dinilai mendorong semangat petani untuk meningkatkan produksi.
“Untuk peningkatan, sekitar 40 sampai 60 persen, bergantung dari jenis komoditas masing-masing sayuran,” terangnya.
Selain peningkatan permintaan, petani juga menerima dukungan berupa bantuan pupuk dari pemerintah daerah. Bantuan ini dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus persiapan menghadapi musim kemarau.
“Kami mendapatkan pupuk NPK dan juga pupuk ZA,” ujar Agus.
Menurut Agus, bantuan pupuk tersebut akan dialokasikan untuk menjaga keberlanjutan produksi saat musim kemarau. Ia menyebut petani tetap menanam agar dapat memasok kebutuhan program MBG.
“Dengan adanya bantuan ini, nanti kami alokasikan untuk tambahan sayur-mayur. Jadi meskipun nanti di bulan-bulan Agustus itu ada musim kemarau, itu kami juga masih menanam untuk bisa menyuplai program MBG,” kata dia.
Anggota Kelompok Tani Ngudi Santoso, Dianto, menyampaikan petani mulai menyesuaikan jenis komoditas dengan kebutuhan dapur MBG. Komoditas yang ditanam antara lain selada, buncis, wortel, sawi, dan brokoli.
Ia juga menyebut adanya bantuan pupuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang bersumber dari dana bagi hasil cukai tembakau. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung penanaman menjelang musim kemarau.
“Bantuan pupuk yang dihasilkan dari dana hasil cukai tembakau ini untuk persiapan menanam sayur jelang musim kemarau,” ujarnya.
HT





