Channel9.id-Jakarta. Film Indonesia bergenre horor masih banyak diproduksi karena masih banyak diminati masyarakat. Kali ini, sutradara muda Jeropoint yang merilis film horor terbarunya berjudul ‘Tumbal Proyek’. Sebuah film yang diklaim bukan sekadar film horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi mendalam terhadap mitos yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia.
Jeropoint menyampaikan bahwa ide dasar film ini berangkat dari diskusinya bersama produser Dheeraj Kalwani mengenai fenomena tumbal proyek, hal kerap didengar masyarakat. Menurutnya, hampir semua orang pernah mendengar istilah tersebut.Tujuan Wisata
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari horor sebelumnya. Nama Tumbal Proyek itu ada di sekitar kita, tapi kita punya pertanyaan yang sama, apakah nyata? Kalau benar, bagaimana prosesnya? Seberapa mengerikannya? Itulah yang coba kami sampaikan dalam film ini,” ujar Jeropoint dalam konferensi pers film ‘Tumbal Proyek’ di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Deretan aktor seperti Kiesha Alvaro, Callista Arum hingga Karina Suwandi bakal tampil pada film ini. Jeropoint menyatakan film ini tidak hanya hadir sebagai genre horor melainkan memadukan unsur horor, misteri, dan drama emosional dalam satu alur yang saling menguatkan.
Berbeda dengan film horor yang sering kali mengandalkan kejutan instan, Jeropoint menegaskan bahwa dirinya ingin membangun rasa takut tanpa harus bergantung pada jumpscare. Ia lebih memilih menggunakan pendekatan character-driven melalui tokoh Yuda (diperankan oleh Kiesha Alvaro).
“Ketakutan paling besar adalah ketika kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kami menggunakan sudut pandang Yuda, seorang anak yang ‘kosong’ dan mencari kebenaran atas kematian ayahnya. Penonton akan diajak menyusup ke dalam proyek dan menyaksikan misteri itu terbuka satu per satu bersama Yuda,” bebernya.
Bicara terkait tantangan terbesar dalam menggarap film ini, Jeropoint menerangkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam film ini adalah latar tempat yang dihadirkan.
Film ini mengambil latar pembangunan jembatan Suramadu sebelum diresmikan, oleh karenanya tim produksi harus membangun replika jembatan tersebut dengan teknologi CGI tingkat tinggi.
“Kami menunjukkan fase pembangunan jembatan dari nol hingga mendekati tahap akhir. Ini adalah tantangan konstruksi teori yang kami bawa ke layar lebar, dan Pak Diraj (Produser) sangat mendukung nilai produksi yang besar ini,” terang Jeropoint.
Adapun film Tumbal Proyek mengangkat cerita yang beredar di masyarakat tentang sisi gelap di balik proyek-proyek besar, termasuk pembangunan Jembatan Surabaya–Madura atau Suramadu, yang sejak lama kerap dikaitkan dengan kisah-kisah mistis dan tumbal manusia.Film
Lewat trailer perdananya, film ‘Tumbal Proyek’ tak hanya menawarkan teror visual, tetapi juga membawa lapisan cerita yang emosional. Film ini menyoroti kisah keluarga yang terus menunggu kabar orang terdekat yang hilang, tanpa pernah mendapat kepastian dan tanpa pernah bisa menguburkan mereka dengan layak.
Film ‘Tumbal Proyek’ dijadwalkan siap tayang pada 13 Mei 2026.
Kontributor: Akhmad Sekhu




