Channel9.id-Sorong. Mendagri Tito Karnavian mengajak pemerintah daerah (Pemda) di Tanah Papua memperkuat kolaborasi dalam mendukung program perumahan rakyat. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ajakan tersebut disampaikan Tito saat menghadiri Sosialisasi KPP, FLPP, dan PNM Wilayah Papua di Gedung Drs. Ec. Lambert Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (27/4/2026) malam. Ia menegaskan, sektor perumahan merupakan kebutuhan dasar yang menjadi salah satu instrumen utama menghadirkan keadilan sosial.
“Bapak Presiden paham betul salah satu cara untuk menghadirkan negara dan menyejahterakan rakyat adalah melalui perumahan,” ujarnya.
Menurut Tito, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan keterjangkauan hunian, di antaranya pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi MBR. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong daya beli masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan sektor perumahan.
“Supaya masyarakat yang tidak mampu memiliki daya beli bisa terjangkau, tujuan itu. Ini sangat bisa membantu,” katanya.
Ia juga mengapresiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang terus menghadirkan inovasi pembiayaan dan memperluas akses hunian layak. Menurutnya, sinergi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci untuk menjawab tantangan pembangunan perumahan secara nasional.
Lebih jauh, Tito menekankan pentingnya penguatan tata kelola layanan di daerah. Salah satu yang didorong adalah optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP) agar seluruh layanan terkait perumahan dapat diakses secara terpadu dalam satu tempat.
“Kita dorong layanan satu atap melalui MPP, sehingga semua urusan publik bisa lebih cepat dan mudah,” jelasnya.
Ia menilai, penyederhanaan layanan akan berdampak langsung pada peningkatan investasi di sektor perumahan. Dengan ekosistem yang kondusif, pembangunan hunian diyakini akan tumbuh lebih cepat dan merata.
Tak hanya itu, Tito juga mengingatkan agar berbagai insentif yang telah diberikan pemerintah dimanfaatkan secara optimal oleh daerah. Kemudahan akses pembiayaan seperti KUR serta insentif pajak dinilai dapat menjadi pemicu tumbuhnya geliat pembangunan perumahan.
“Ekosistemnya akan hidup, gelombang pembangunan perumahan akan bergerak,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Tito mengajak seluruh pemangku kepentingan di Papua untuk bersama-sama memastikan program perumahan berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Semoga niat baik kita untuk seluruh Papua yang dimulai dari Sorong ini mendapat berkah,” pungkasnya.
Baca juga: Mendagri dan Menteri PKP Tinjau Perumahan di Sorong, Dorong Hunian Layak untuk Warga MBR





