Tantangan Marissa Anita Lakoni Peran Ibu Protektif dalam Film ‘Crocodile Tears’
Lifestyle & Sport

Tantangan Marissa Anita Lakoni Peran Ibu Protektif dalam Film ‘Crocodile Tears’

Channel9.id-Jakarta. Membintangi sebuah film tentu ada tantangan tersendiri. Demikian dengan aktris Marissa Anita yang mengungkap tantangannya melakoni peran ibu protektif dalam film Crocodile Tears. Ia berperan sebagai “Mama”, seorang orang tua tunggal yang sangat protektif terhadap anaknya.

Karakter Mama digambarkan sebagai sosok yang menjadikan anaknya, Johan (Yusuf Mahardika), sebagai satu-satunya hal paling berharga dalam hidup.

Berangkat dari pengalaman kehilangan dan membesarkan anak seorang diri, Mama berusaha melindungi anaknya dari dunia luar, bahkan hingga cenderung membatasi kehidupannya.

Meski memerankan karakter yang cukup kompleks, Marissa mengaku tidak mengalami kesulitan berarti. Ia menyebut, pemahaman terhadap latar belakang karakter menjadi kunci utama dalam proses aktingnya.

“Enggak ada yang sulit. Karena aku sudah tanya segala macam latar belakang Mama, ya sudah, tinggal memainkan aja,” ujar Marissa Anita kepada wartawan, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, Marissa Anita menerangkan bahwa cerita dalam film ini terasa dekat dengan kehidupan nyata. Menurutnya, konflik yang diangkat merupakan hal yang manusiawi dan sering dialami banyak orang.

“Ya ini memang kehidupan. Kita semua pasti mengalami naik turun, jadi enggak ada yang terasa berat,” terangnya.

Dalam proses pendalaman karakter, Marissa mengandalkan imajinasi dan pemahamannya terhadap perilaku manusia. Ia mengaku tidak melakukan riset khusus, melainkan lebih banyak mengamati respons manusia dalam berbagai situasi.

“Enggak ada (riset khusus). Semuanya murni dari memahami perilaku manusia dan reaksi terhadap kondisi,” paparnya.

Di sisi lain, sutradara Tumpal Tampubolon mengungkap bahwa ide film ‘Crocodile Tears’ berawal dari pengalaman sederhana saat menonton dokumenter tentang buaya.

Ia terinspirasi dari momen ketika induk buaya melindungi anaknya dengan cara yang terlihat mengerikan, tetapi sebenarnya penuh kelembutan.

“Buat saya itu sebuah image yang ambigu. Ada rasa takut tapi kok ada rasa lembutnya,” jelas Tumpal.

Dari momen tersebut, Tumpal melihat kemiripan dengan hubungan orang tua dan anak, khususnya sosok ibu yang protektif. Ia kemudian mengembangkan ide tersebut menjadi cerita tentang relasi keluarga yang kompleks.

“Cinta bisa seperti itu kali ya. Atau cinta ibu tuh bisa seperti itu kali ya. Dia lembut tapi juga ada ‘taring’-nya,” kata Tumpal.

Film ‘Crocodile Tears’ mengangkat tentang dinamika hubungan ibu dan anak ketika sang anak mulai mengenal dunia luar dan membangun kehidupannya sendiri.

Film yang dibintangi oleh Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 7 Mei 2026.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3  +  3  =