Channel9.id – Jakarta. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Fukuoka dan sejumlah komunitas warga Indonesia berpartisipasi dalam Festival Hakata Dontaku 2026 di Fukuoka, Jepang, pada 3-4 Mei 2026. Dengan dukungan dari KBRI Tokyo, para diaspora Indonesia memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ajang promosi seni dan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional.
Dikutip dari keterangan resmi KBRI Tokyo, Kamis (7/5/2026), beragam pertunjukan seni ditampilkan dalam festival budaya tahunan terbesar di Fukuoka tersebut, mulai dari tari Saman Aceh, tari Padupa Makassar, penampilan lagu Nusantara, hingga permainan angklung. Penampilan delegasi Indonesia juga mendapat perhatian dan antusiasme dari warga Jepang maupun pengunjung asing yang hadir dalam festival.
Counsellor Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Tokyo, Iqbal Mohammad Amrullah, menyebut festival tersebut menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui kebudayaan. Ia mengatakan Indonesia memiliki keragaman budaya yang menjadi modal untuk membangun persahabatan dengan masyarakat Jepang.
“Festival Hakata Dontaku ini bukan hanya tampilan seni budaya tapi kita juga sedang merayakan persahabatan antar negara khususnya persahabatan Indonesia–Jepang. Dari ratusan budaya, Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan lebih dari 300 budaya dan bahasa,” ujar Iqbal dalam sambutannya.
Iqbal juga mengundang masyarakat Jepang untuk kembali menghadiri Festival Indonesia yang akan digelar pada 3-4 Oktober 2026 mendatang. Menurut dia, kegiatan tersebut akan menjadi ruang promosi persahabatan dan perdamaian yang dibawa masyarakat Indonesia di Jepang.
“Kami yakin kehadiran warga Indonesia akan semakin menambah wajah ramah dan bersahabat dari kota Fukuoka yang sangat indah ini. Selamat merayakan persahabatan,” katanya.
Ketua PPI Fukuoka, Asyraflie, mengatakan pihaknya menampilkan tari Saman dan tari Padupa untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada warga Jepang. Ia mengapresiasi dukungan KBRI Tokyo yang dinilai memberi ruang bagi mahasiswa Indonesia untuk mempromosikan seni budaya Nusantara di Fukuoka.
“ Kami ingin kenalkan kesenian Indonesia kepada warga Jepang di Fukuoka. Sangat senang sekali karena ini kesempatan atau wadah untuk mengenalkan budaya Indonesia,” ujar mahasiswa S1 Teknik Komputer di Kyushu University tersebut.
Festival Hakata Dontaku juga menghadirkan parade budaya sepanjang Jalan Meiji-dori dengan rute sekitar 1,27 kilometer. Parade itu diikuti berbagai organisasi warga Jepang dan komunitas asing, termasuk perwakilan Indonesia yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat lokal.
Sekitar dua juta warga memadati trotoar sepanjang jalur parade untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya. Selain parade, sekitar 40 panggung pertunjukan juga digelar di pusat keramaian Kota Fukuoka dengan menampilkan atraksi seni dari berbagai negara.
Mahasiswa Kyushu University, Kinaya Aisha Naghia Halyda, mengaku bangga dapat memperkenalkan budaya Aceh di hadapan masyarakat Jepang. Ia mengatakan para peserta rutin berlatih di tengah kesibukan kuliah untuk dapat tampil dalam festival tahunan tersebut.
“Rasanya bangga sekali bisa membawakan budaya Aceh dan ditonton oleh orang-orang Jepang. Saya harap teman-teman Indonesia di Fukuoka untuk aktif mempromosikan budaya Indonesia di Jepang,” tutur Kinaya.
Di sela kegiatan festival, KBRI Tokyo juga menggelar pertemuan dengan sejumlah komunitas warga Indonesia di Fukuoka. Pertemuan itu membahas penguatan kolaborasi promosi Indonesia, komunikasi antarkomunitas, serta komitmen menjaga citra warga Indonesia yang taat hukum dan santun selama tinggal di Jepang.
HT





