Channel9.id-Jakarta. Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera guna mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani.
Hingga awal Mei 2026, ribuan hektare sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai kembali produktif setelah menjalani proses rehabilitasi.
Kementerian Pertanian mencatat, dari total target pemulihan 42.702 hektare sawah terdampak, sebanyak 4.098 hektare telah selesai direhabilitasi. Bahkan, lebih dari 2.100 hektare sawah kini sudah kembali ditanami petani.
Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Amran mengatakan pemulihan sawah menjadi langkah penting untuk mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat terdampak.
“Pemulihan sawah terdampak terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah di tiga provinsi terdampak,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, rehabilitasi tidak hanya difokuskan agar lahan kembali produktif, tetapi juga membantu ribuan keluarga petani memperoleh kembali sumber penghidupan mereka pascabencana.
Perbaikan dilakukan melalui pengerjaan saluran irigasi, pembentukan ulang petak sawah, hingga pengolahan lahan agar dapat kembali digunakan untuk musim tanam.
Sumatera Barat menjadi daerah dengan progres tercepat dalam rehabilitasi sawah. Hampir seluruh target lahan terdampak di provinsi itu telah memasuki tahap konstruksi pemulihan.
Sementara di Aceh, pemerintah masih memfokuskan pengerjaan di sejumlah wilayah dengan dampak kerusakan terbesar seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya.
“Percepatan rehabilitasi sawah menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, terutama bagi keluarga petani yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian,” katanya.





