Channel9.id-Jakarta. Membintangi sebuah film tentu ada pelajaran berharga yang dapat dipetik. Demikian dengan aktris Karina Moudy yang mengemukakan bahwa muatan budaya menghadirkan daya tarik luar biasa pada film ‘Sekawan Limo 2: Gunung Klawih’ arahan sutradara Bayu Skak.
Karina menyebut penggunaan bahasa Jawa dalam hampir seluruh adegan film sebagai kekuatan ‘Sekawan Limo 2: Gunung Klawih’.
”Saya kan Puteri Indonesia Pariwisata, jadi erat kaitannya dengan budaya,” kata Karina dalam konferensi pers film ‘Sekawan Limo 2: Gunung Klawih’ di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).
Lebih lanjut, Karina menerangkan film ini membawa budaya Indonesia dengan menjadi salah satu film yang secara total berbahasa Jawa. “Itu menjadikan daya tariknya luar biasa, “ terang Karina yang menandai debut aktif dalam film layar lebar dengan perannya di ‘Sekawan Limo 2: Gunung Klawih’.
Karina berharap bahasa dan budaya lokal lebih banyak diangkat dalam proyek-proyek film berikutnya.
Penampilan bahasa, tradisi, dan budaya lokal dalam film diharapkan dapat mendorong perkembangan industri kreatif dan pariwisata daerah.
“Harapannya, seperti cita-citanya Mas Bayu, ini bisa memajukan pariwisata Indonesia, dari daerah untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia,” harapan Karina.
Karina mengaku dapat memetik pelajaran berharga dari perannya dalam film horor komedi ‘Sekawan Limo 2: Gunung Klawih’.
“Tidak bisa sesuatu diraih dengan instan. Karena sesuatu yang instan akan berujung petaka pada akhirnya. Jadi nikmati lah prosesnya,” tegas Karina.
Karina menyampaikan dalam film ‘Sekawan Limo 2: Gunung Klawih’ ini dirinya diingatkan.
“Jadi di sini tuh saya bener-bener diingatkan. Waktu saya casting, waktu saya syuting, itu ya benar-benar kayak dapat kalau itu ternyata yang membuat saya sampai di sini sekarang,” pungkas Karina.
Kalau film pertama lebih fokus pada pengalaman horor saat mendaki gunung, kali ini ancamannya jauh lebih besar.
Cerita film ‘Sekawan Limo 2: Gunung Klawih’ berlangsung tiga tahun setelah kejadian di film pertama. Bagas, Lenni, Juna, Andrew, dan Dicky kembali berkumpul untuk merayakan ulang tahun anak Andrew.
Awalnya suasana terasa hangat dan penuh nostalgia. Namun semuanya langsung berubah ketika mereka mengetahui keluarga Andrew ternyata terancam menjadi tumbal pesugihan.
Situasi makin kacau saat mereka memutuskan pergi ke Gunung Klawih demi menyelamatkan keluarga Andrew. Bukannya makin aman, perjalanan mereka justru berubah jadi mimpi buruk.
Juna tiba-tiba menghilang dan tersesat di dunia demit. Dari titik itu, kelima sahabat tersebut harus melawan teror supranatural yang jauh lebih kuat daripada film sebelumnya.
Gunung Klawih sendiri menjadi tempat mistis penuh rahasia dan aura menyeramkan. Nuansa horornya lebih pekat, tetapi tetap berbalut komedi yang bikin penonton tidak tegang terus sepanjang film.
Menariknya, film ini ternyata juga membawa kritik sosial yang cukup relevan dengan kondisi sekarang. Film ini mengangkat fenomena “jalan pintas” demi mendapatkan kesuksesan instan, terutama karena pengaruh media sosial.
Tema ini terasa dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini yang sering terobsesi menjadi viral atau terkenal secara cepat. Walau berbungkus dengan cerita horor dan komedi, pesan moral di balik film ini tetap terasa kuat.
Film ‘Sekawan Limo 2: Gunung Klawih’ mengingatkan bahwa tidak semua hal instan membawa hasil baik. Kadang ada harga besar yang harus mereka bayar ketika seseorang terlalu memaksakan diri mengejar popularitas atau kekayaan secara cepat.
Film ‘Sekawan Limo 2: Gunung Klawih’ ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.
Kontributor: Akhmad Sekhu





