Channel9.id-Jakarta. Tak terasa Rocket Rockers sudah 27 tahun berkarya di industri musik Tanah Air. Band pop-punk asal Bandung yang terbentuk sejak tahun 1999 ini merayakan eksistensi 27 tahun berkarya dengan merilis single religi ‘Yang’, di bawah naungan label Semesta Records.
Momen ini jadi sejarah karena untuk kali pertama Rocket Rockers mengeksplorasi sisi spiritual dalam karya musik. Basis Bisma, menceritakan tercetusnya ide pembuatan lagu yang berbeda dari identitas musik mereka selama ini.
“Ya kita tercetus bikin sesuatu yang selama ini belum pernah kita bikin selama 27 tahun. Tapi ada syaratnya, jadi Aska ingin yang compose lagu ini bukan personel. Ada satu additional gitar kita, Samuel, kita percayakan sama mereka,” kata Bisma di Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026).
Keputusan membawakan tema religi bukan tanpa alasan bagi Rocket Rockers. Vokalis sekaligus gitaris, Aska, mengungkap, faktor usia dan peran sebagai orang tua menjadi dorongan utama dalam menciptakan karya ini.
“Kalau trigger karena faktor umur juga. Kita sebagai bapak-bapak, terus konsen kita juga sama anak-anak kita soal medsos, mental health, paling tidak itu mengkhawatirkan buat kita,” jelas Aska.
‘Yang’ membawa pesan mendalam mengenai penguatan diri dalam menghadapi berbagai cobaan hidup yang berat. Melalui lirik, band ini ingin memberikan semangat kepada pendengar yang sedang berada di titik nadir agar tidak mudah menyerah.
“Lagu ini bicara tentang kalau kalian ada di fase terendah dalam kehidupan, jangan putus asa,” beber Bisma.
Langkah strategis lainnya, kolaborasi bareng Semesta Records milik Rian Ekky Pradipta. Rian selaku Produser Eksekutif mengaku jatuh cinta saat pertama kali mendengar demo lagu yang diajukan Rocket Rockers.
“Pas dengerin demonya langsung tertarik karena beda dari lagu Rocket Rockers lainnya. Akhirnya ketemu bapak-bapak manajer buat diskusi. Semesta Records itu fleksibel banget, jadi enggak usah ribet,” ungkap Rian.
Vokalis sekaligus gitaris Aska menyebut keputusan Rocket Rockers merekam lagu religi didasari faktor usia dan peran sebagai orang tua sehari-hari.
Kerja sama ini dipastikan tidak hanya berhenti pada satu karya, karena sudah ada rencana besar untuk proyek berikutnya. Musisi yang juga vokalis D’Masiv ini berharap kolaborasi tersebut mampu membawa Rocket Rockers menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kita inginnya enggak cuma satu single, kita ingin bikin album yang bisa lebih eksplorasi lagi. Jadi enggak ketebak musiknya. Karena buat gue Rocket Rockers lagunya enggak hanya didengar orang Indonesia saja, tapi bisa expand market. Dengan usia yang lebih dari 25 tahun, harusnya bisa menjangkau market yang lebih luas lagi,” tutur Rian.
Bertahan selama hampir tiga dekade tentu bukan perkara mudah bagi Rocket Rockers. Ozom sang penggebuk drum, menegaskan komitmen tiap personel menjadikan band ini sebagai prioritas dalam hidup mereka.
“Buat gue, memang kita sudah menguatkan tekad kalau Rocket Rockers tuh rumah. Semua di sini enggak ada kerja kantoran, jadi main income-nya ya Rocket Rockers,” tegas Ozom.
Rocket Rockers apresiasi sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang terus mendukung mereka hingga detik ini. Bagi Rocket Rockers, dukungan dari para penggemar setia adalah alasan utama Rocket Rockers tetap berdiri tegak di industri musik.
“Saya sama fans sih, karena mereka yang selalu nagih sesuatu. Kapan bikin single lagi, kapan bikin album. Mereka yang jadi pengingat kita,” pungkas Aska.
Kontributor: Akhmad Sekhu





