Channel9.id – Palu. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa wilayah terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak masih melakukan pemantauan dan pendataan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta dampak yang ditimbulkan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan laporan sementara menunjukkan adanya kerusakan bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Pendataan terkait tingkat kerusakan, korban jiwa, maupun warga yang mengungsi masih dilakukan oleh BPBD setempat.
“Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung,” kata Abdul dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
BMKG melaporkan hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak,” ujar Abdul.
“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang,” tambahnya.
Di Kota Palu, gempa dirasakan kuat selama sekitar empat hingga enam detik sehingga warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu melakukan pemantauan dan asesmen cepat setelah gempa terjadi.
“Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi,” ujar Abdul.
Guncangan juga dirasakan di Kabupaten Poso selama sekitar enam detik dan di Kabupaten Sigi selama sekitar lima detik. Warga di kedua wilayah dilaporkan keluar rumah, sementara BPBD masih melakukan pendataan dampak di lapangan.
“Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi,” imbuhnya.
HT





