Bekali Praja IPDN Papua, Wamendagri Bima Ungkap Tiga Fondasi Pemimpin
Nasional

Bekali Praja IPDN Papua, Wamendagri Bima Ungkap Tiga Fondasi Pemimpin

Channel9.id-Jayapura. Wamendagri Bima Arya Sugiarto menegaskan calon pemimpin daerah maupun birokrat harus memiliki tiga fondasi utama kepemimpinan, yakni ideologi, strategi, dan taktik. Menurutnya, ketiga hal tersebut penting agar setiap keputusan yang diambil berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan sekadar popularitas atau kepentingan sesaat.

Pesan itu disampaikan Bima saat menghadiri kegiatan Bedah Buku Babad Alas di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Papua, Jayapura, Senin (22/6/2026).

“Bagi kalian yang hari ini punya bayangan dan cita-cita memiliki posisi strategis entah apa pun itu, harus punya nilai dan pegangan agar tidak mudah dibeli oleh kepentingan transaksional,” ujar Bima.

Ia menjelaskan, ideologi menjadi kompas dalam menentukan arah kebijakan. Namun, nilai tersebut harus diterjemahkan melalui strategi yang tepat agar dapat diwujudkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bima mengaku pernah menerapkan pendekatan “mencicil harapan” saat memimpin Kota Bogor, yakni menghadirkan perubahan secara bertahap namun konsisten melalui program-program yang menyentuh kebutuhan warga.

Menurutnya, strategi tersebut turut berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor dari Rp544 miliar pada 2014 menjadi Rp1,458 triliun pada 2024. Sejumlah proyek pembangunan juga berhasil direalisasikan, termasuk revitalisasi taman kota dan pembangunan jalur pejalan kaki.

Selain memiliki visi dan strategi, Bima menilai seorang pemimpin juga harus mampu mengeksekusi kebijakan dengan baik. Karena itu, ia mendorong para praja untuk lebih banyak turun ke lapangan dan memahami persoalan masyarakat secara langsung.

“Pemimpin itu harus terampil untuk lapangan, makanya pesan saya adalah masalah itu di lapangan, bukan di belakang meja,” tegasnya.

Di akhir pemaparannya, Bima mengingatkan bahwa kesempatan memimpin merupakan amanah yang terbatas. Karena itu, setiap calon pemimpin perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu memanfaatkan masa pengabdian untuk menghasilkan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.

“Ketika kalian ada di satu posisi, maka manfaatkanlah waktu yang sangat berharga itu untuk membuat kehidupan lebih baik,” pungkasnya.

Baca juga: Isi Kuliah Umum, Wamendagri Soroti Pentingnya Kapasitas Kepemimpinan Praja IPDN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

73  +    =  83