Channel9.id, Jakarta – Arsari Group membantah berbagai informasi yang beredar di media massa, platform digital, maupun media sosial yang mengaitkan Hashim S. Djojohadikusumo dengan PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay). Perusahaan menegaskan Hashim maupun Arsari Group tidak memiliki kepemilikan saham maupun keterlibatan dalam perusahaan tersebut.
VP Corporate Communications Arsari Group Ariseno Ridhwan mengatakan informasi yang menyebut Hashim memiliki hubungan dengan FolaPlay, termasuk tuduhan bahwa penggunaan anggaran negara dalam penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 bertujuan menguntungkan Hashim, merupakan informasi yang tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta yang dapat diverifikasi.
“Bapak Hashim S. Djojohadikusumo maupun Arsari Group tidak memiliki kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay),” kata Ariseno dalam keterangan tertulisnya.
Ia menjelaskan, Hashim juga tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagai pemegang saham, pemegang saham pengendali, penerima manfaat (beneficial owner), pengurus, maupun penasihat di FolaPlay.
Karena itu, Ariseno menegaskan tuduhan yang menyebut penggunaan anggaran negara dalam penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 dimaksudkan untuk memperkaya atau menguntungkan Hashim merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak didukung fakta yang dapat diverifikasi.
Ariseno mengatakan Arsari Group menghormati kebebasan pers dan hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, dan itikad baik dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Ia juga mencermati maraknya informasi yang dinilai tidak akurat, spekulatif, dan bersifat fitnah yang belakangan diarahkan kepada Hashim. Menurutnya, penyebaran tuduhan tanpa dasar yang jelas dan tanpa bukti yang memadai tidak hanya merugikan pihak yang dituduh, tetapi juga berpotensi menyesatkan masyarakat.
Karena itu, Ariseno mengajak masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang beredar di ruang publik. Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi fakta dan menggunakan sumber informasi yang kredibel guna mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, maupun informasi yang menyesatkan.
“Ruang publik yang sehat hanya dapat terwujud apabila setiap pihak mengedepankan fakta, akal sehat, dan itikad baik dalam menyampaikan maupun menyebarkan informasi. Kami berharap diskursus publik dibangun di atas fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan asumsi maupun penggiringan opini yang berpotensi menyesatkan masyarakat,” ujar Ariseno.





