Hot Topic

Rujak Center: Transformasi Jakarta Menuju Kota Global Butuh Peran Kampus

Channel9.id – Jakarta. Pendiri Rujak Center for Urban Studies dan Jakarta Arts Council, Marco Kusumawijaya, menyebut transformasi Jakarta menuju kota global membutuhkan dukungan riset dan kajian akademik agar pembangunannya memperhatikan aspek sosial, sejarah, dan keberlanjutan kota. Karenanya, ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan perspektif dan pengetahuan dalam proses perubahan Jakarta.

Hal itu disampaikan Marco dalam Diskusi Panel diselenggarakan Ikatan Alumni (IKA UNJ) bersama Kampus UNJ bertema “Peran UNJ sebagai Kampus Berdampak dan Bereputasi Global dalam Pembangunan Jakarta” di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026). Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang membahas peran UNJ sebagai kampus berdampak dan bereputasi global dalam pembangunan Jakarta.

Menurut dia, perubahan Jakarta menuju kota global membutuhkan pemahaman yang menyeluruh mengenai identitas, ruang, dan perjalanan sejarah kota.

Marco menjelaskan, Jakarta saat ini memiliki ambisi menjadi kota global setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara. Namun, konsep kota global tidak hanya berkaitan dengan citra kota atau pembangunan fisik, melainkan juga berkaitan dengan perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi di dalamnya.

Ia mengatakan, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam proses transformasi Jakarta melalui penelitian terhadap berbagai persoalan perkotaan. Menurutnya, kajian akademik dibutuhkan untuk memahami berbagai tantangan yang muncul ketika Jakarta berkembang menjadi kota dengan orientasi ekonomi global.

Ia mencontohkan, salah satu isu yang perlu dikaji adalah dampak masuknya modal besar terhadap perubahan ruang kota. Menurut dia, perkembangan kota global dapat membawa manfaat ekonomi, tetapi juga memiliki risiko seperti kenaikan harga tanah, perubahan fungsi kawasan, dan kesenjangan sosial.

“Tapi juga itu menggiurkan karena akan meningkatkan pendapatan pajak, akan memperbaiki infrastruktur dan wajah kota. Akan meningkatkan pasar tenaga kerja dan penyerapan talenta karena kelasnya harus meningkat tinggi. Tetapi ada risiko kerentanan terhadap krisis ekonomi dan inflasi harga tanah dan bangunan yang dua-duanya sudah terjadi,” tuturnya.

Marco menjelaskan, pengalaman berbagai kota global menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diimbangi dengan kebijakan yang memperhatikan keberadaan masyarakat dan fungsi sosial ruang kota. Ia menyebut fenomena gentrifikasi dan suburbanisasi sebagai salah satu dampak yang perlu menjadi perhatian dalam pembangunan Jakarta.

“Jadi yang pusat kota menjadi tersingkir bukan hanya manusianya, tapi juga fungsi-fungsi yang tidak atau kurang menguntungkan,” katanya.

Selain persoalan sosial, Marco juga menyoroti pentingnya penelitian mengenai wilayah Jakarta yang selama ini belum banyak mendapat perhatian, termasuk kawasan pesisir dan Kepulauan Seribu. Menurut dia, pemahaman terhadap seluruh wilayah Jakarta diperlukan agar pembangunan kota dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Saya pikir itu sendiri memerlukan penelitian yang luar biasa karena terdapat potensi yang luar biasa di wilayah laut Jakarta sepanjang sekitar 100 kilometer yang sering kali dilupakan,” ujarnya.

Marco menilai, peran kampus tidak hanya sebatas menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi pusat pengetahuan yang dapat membantu menjawab persoalan kota. Melalui penelitian dan kolaborasi dengan berbagai pihak, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi dalam merancang masa depan Jakarta.

“Semoga Universitas Negeri Jakarta dengan dukungan ikatan alumni universitas ini bisa mewujudkannya, sehingga membuka lebih banyak kemungkinan kepada atau bagi Jakarta untuk memimpin dunia,” pungkas Marco.

HT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7  +  3  =